Pemerintahan

Tanggul Saluran Induk Mrican Kanan di Desa Sembung Perak Jombang Ambrol, Dinas PUPR Jombang: Itu Proyek BBWS Brantas

×

Tanggul Saluran Induk Mrican Kanan di Desa Sembung Perak Jombang Ambrol, Dinas PUPR Jombang: Itu Proyek BBWS Brantas

Sebarkan artikel ini
BUTUH PENANGANAN: Kondisi tanggul Saluran Induk Mrican Kanan di Desa Sembung, Kecamatan Perak dari cor rusak dan nyaris ambrol.

Desakita.co – Kerusakan pada tanggul Saluran Induk (SI) Mrican Kanan di Desa Sembung, Kecamatan Perak, tak kunjung diperbaiki.

Tanggul berbahan cor itu pecah hingga tanah ikut tergerus.

Pantauan di lokasi, kerusakan pada tanggul memanjang hingga 10 meter lebih. Kondisinya juga nyaris sama.

Tanggul berbahan cor sudah tidak dalam kondisi utuh karena sebelumnya sudah pecah-pecah. ”Sudah lama rusaknya, sampai sekarang belum diperbaiki,” kata Mashudi salah seorang warga di lokasi.

Baca Juga:  38 ASN Bolos Saat Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Pj Bupati Jombang Bakal Berikan Sanksi

Menurutnya, kerusakan tanggul itu sudah pernah disampaikan kepada kelompok tani beberapa tahun lalu. Untuk diteruskan ke kecamatan, supaya segera diperbaiki.

“Karena airnya di sini setiap tahun tidak pernah surut,” imbuhnya.

Baca Juga:  Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Pengelolaan Limbah Tahu di Desa Ngumpul Jogoroto

Jika dibiarkan terlalu lama, maka kerusakan tanggul akan semakin parah. ”Takutnya lama-lama ambrol,” ujar dia.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang Sultoni, ketika dikonfirmasi menyampaikan saluran itu masuk paket proyek BBWS Brantas yang sempat berhenti dan kini dilanjutkan lagi.

Hanya saja pengerjaan belum sampai ke titik tanggul yang rusak. Saat ini masih fokus di Desa Glagahan, Kecamatan Perak.

Baca Juga:  Dosen Unipdu Jombang Jelaskan Kewajiban Muslimah Gunakan Jilbab

Dijelaskan, proyek saluran tidak dikerjakan sepanjang saluran. Pengerjaan fokus pada kerusakan tanggul yang parah.

”Jadi per spot, yang rusak dikerjakan. Kalau tidak rusak akan dilewati, karena di Mrican Kanan sebelumnya sudah ada perkuatan, beton ataupun batu kali,” pungkasnya. (fid/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *