Desakita.co – Keberadaan Penerangan Jalan Umu (PJU) di Desa Sambongdukuh yang dilaporkan padam kembali ditemui.
Seperti di Jalan Laksda Adisucipto, Desa Sambongdukuh Kecamatan Jombang, Kamis (30/5) malam.
Deretan penerangan jalan tak semuanya menyala.
Ada lebih dari enam titik lampu PJU padam. Mulai dari perempatan di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang ke barat atau menuju Graha Gus Dur.
”Di perempatan ada tiga mati. Depan perumahan itu mati, ke timur sampai pertigaan jalan nyala,” kata Dani salah seorang warga.
Baca Juga: PJU di Desa Betek dan Mancilan Mojoagung Jombang Padam, Bikin Pengendara Was-was Melintas
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (dishub) Jombang Budi Winarno melalui Kabid Lalu Lintas Johan Kartika mengatakan, berdasarkan data yang ada, dari 18.400 titik PJU yang dikelola dishub itu terbagi dalam 700 panel jaringan listrik PJU.
”Rata-rata satu jaringan terdiri minimal 15 titik lampu penerangan dan maksimal 30 titik lampu penerangan,” bebernya.
Dari jumlah itu, sebagian besar sudah menerapkan sistem meterisasi, sebagian lainnya masih menggunakan sistem abonemen.
”Jadi kita punya sekitar 700 nomer ID pelanggan listrik. Sebanyak 109 panel jaringan masih abonemen, sisanya sudah meterisasi,” imbuhnya.
Dikatakan, ratusan panel jaringan itu menyebar di seluruh wilayah Jombang.
Baca Juga: PJU Jalan Kabupaten di Desa Sumbermulyo Jombang Padam, Warga Was-was Akibat Jalanan Gelap
Di antaranya di Jombang kota ada di Jalan Laksda Adi Sucipto Jombang, masih memakai sistem pembayaran abonemen.
”Begini untuk meteran listrik itu dari saluran tegangan rendahnya PLN masuk ke meteran dulu baru ke jaringan PJU, tapi ketika pakai abonemen tanpa ada meteran. Jadi langsung dari jaringan listrik ke kontaktor lalu ke PJU,” ujar dia.
Sehingga, lanjut Johan, berpengaruh pada tagihan pembayaran tiap bulannya.
”Jadi, bayar abonemen memang mahal, satu jaringan bisa di atas Rp 2 juta, biarpun PJU mati. Sementara sudah pakai meteran ada yang di bawah Rp 1 juta. Selisihnya jauh, hampir dua kali lipat,” tutur Johan.
Dikatakan, ketika sudah menggunakan meteran listrik, tagihan pembayaran berdasarkan pemakaian.
Baca Juga: Sering Padam, PJU di Desa Denanyar Jombang Dikeluhkan Warga, Ini Penyebabnya
Berbeda dengan abonemen. ”Jadi untuk meteran ini kondisi riil sesuai kwh meternya, beda dengan abonemen,” ujar dia.
Dijelaskan, pemkab sebelumnya sudah melakukan pengubahan sistem itu.
Namun, sementara belum bisa keseluruhan. ”Bertahap, tidak langsung kita ubah ke meterisasi,” papar Johan.
Sistem pembayaran abonemen, menurut Johan sudah berlangsung sejak lama.
”Karena lampunya masih pakai pijar dengan 250 watt, sekarang banyak diganti pakai lampu LED,” kata Johan. (fid/naz/ang).












