Pemerintahan

Tambal Sulam Tak Mempan, Jalan di Desa Kepuhdoko Jombang Rusak Berat, Begini Kondisinya

×

Tambal Sulam Tak Mempan, Jalan di Desa Kepuhdoko Jombang Rusak Berat, Begini Kondisinya

Sebarkan artikel ini
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi jalan di Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, (16/7).

Desakita.co – Kondisi jalan kabupaten penghubung Kecamatan Tembelang dan Kesamben di Desa Kepuhdoko Kecamatan Tembelang Jombang, makin memprihatinkan.

Beberapa kali perbaikan dengan tambal sulam, justru membuat jalan makin rusak.

Seperti yang terlihat di Dusun Doko, Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang.

Jalan sepanjang 400 meter ini kondisinya tak karuan. Selain retakan dan bergelombang, lubang juga menyebar di sepanjang jalan ini.

’’Mulai rumah terakhir sampai mentok pertigaan, semua rusak jalannya. Ini sudah berbulan-bulan,’’ keluh Solikin, 50, warga di lokasi.

Baca Juga:  Ini Penyebab Ratusan Pelamar PPPK Pemkab Jombang Tak Lolos Seleksi Administrasi

Baca Juga: Ditandai Galon Bekas, Jalan Rusak di Desa Selorejo Mojowarno Jombang Belum Tertangani

Perbaikan jalan dengan tambal sulam, sebenarnya sudah sering dilakukan. Bahkan, perbaikan terakhir dilakukan pemerintah kurang dari enam bulan lalu.

’’Tapi ya begitu, terus rusak lagi, rusak lagi, bahkan karena tambalan yang rusak itu kondisi jalannya makin tidak karuan begitu,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  PJU Sering Padam, Wilayah Perkotaan di Jombang Jadi Gelap, Ini Penyebabnya

Ia berharap, perbaikan permanen bisa segera dilakukan. Karena jalan itu juga merupakan jalan menuju pesantren dan lembaga sekolah.

’’Ini jalan ke sekolahan, ke pondok juga. Semoga saja dicor atau diapakan begitu supaya tidak rusak-rusak terus, kayaknya kan memang tanah gerak di situ,’’ ucapnya.

Baca Juga: Lubang Bertebaran, Jalan Rusak di Desa Tugusumberjo Peterongan Jombang Dikeluhkan Warga

Baca Juga:  Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar Siagakan Petugas Jaga Palang Pintu di Perlintasan KA

Saat dikonfirmasi, Kabid Binamarga Dinas PUPR Jombang, Agung Setiaji, mengatakan, ruas jalan alternatif di Kepuhdoko tidak masuk dalam proyek perbaikan yang dilelang tahun ini.

’’Sehingga sudah dipastikan tidak masuk dalam rehabilitasi,’’ terangnya.

Perbaikan tetap bisa dilakukan dengan pemeliharaan.’’Kalau memungkinkan nanti masuk dalam pemeliharaan. Kita cek dulu ke lokasi untuk mengetahui kerusakannya seperti apa,’’ bebernya. (riz/jif)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *