Pemerintahan

Waspada! Tembok Penahan Jalan di Desa Sukoiber Jombang Ambrol, Begini Kondisinya

×

Waspada! Tembok Penahan Jalan di Desa Sukoiber Jombang Ambrol, Begini Kondisinya

Sebarkan artikel ini

Desakita.co – Warga yang melintas di jalan ruas Blimbing – Gudo, tepatnya di Desa Sukoiber Kecamatan Gudo harus lebih waspada.

Pasalnya, terdapat bangunan tembok penahan jalan (TPJ) ambrol (16/12). Petugas memasang tali pembatas berikut sejumlah drum di lokasi TPJ rusak.

Pantauan di lokasi, tampak kerusakan bangunan TPJ cukup parah dengan panjang sekitar 6 meter.

Terlihat sisa-sisa material sisa reruntutahan TPJ masih berserakan di sungai.

Baca Juga:  Keren! Baksos di Desa Wringinpitu Mojowarno Jombang, Mahasiswa UNISMA Pasang Cermin Keselamatan

Dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, kini petugas dari Dinas PUPR Jombang telah memasang tali pembatas dan sejumlah drum untuk menandai TPJ yang ambrol.

Baca Juga: Hati-hati, Jembatan di Desa Ini Sudah Lama Ambrol, Dinas PUPR Jombang Bilang Begini

”Ambrolnya sekitar Jumat (13/12), setelah hujan deras,’’ ujar Ahmad, warga setempat kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Keesokan harinya, lanjut dia, petugas dari dinas terkait memeriksa kondisi tanah yang ambrol sekaligus memasang drum tersebut. ”Sama dipasang tali itu,” pungkasnya.

Baca Juga:  Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro Jadi Desa Berdaya Tingkat Provinsi

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Setiaji membenarkan, terkait kerusakan TPJ di Jl Raya Blimbing Gudo, tepatnya di Desa Sukoiber.

”Ambrol sekitar tiga hari lalu,” ujar dia.

Baca Juga: Diusulkan Rp 3,5 Miliar, Jembatan Rusak di Desa Kudubanjar Jombang Diperbaiki 2025

Ia menilai, beberapa hal yang membuat TPJ ambrol, yakni dikarenakan intensitas curah hujan tinggi. Ditambah, banyak kendaraan bertonase besar sering melintas di jalur tersebut.

Baca Juga:  DPRD Jombang Nilai Implementasi Pendidikan Karakter di Jombang Belum Berhasil, Banyak Perbuatan Asusila Remaja Usia Sekolah

”Karena jalan itu kan juga jadi jalan alternatif, jadi bisa mempengaruhi kerusakan jalan,’’ papar dia.

Saat ini, kata dia, petugas telah memasang pembatas darurat berupa drum dan tali pembatas.

”Ya, kemarin dipasang teman-teman UPT. Tujuannya agar tidak membahayakan warga sembari menunggu penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. (ang/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *