Desakita.co – Pembina musyawarah guru mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (MGMP PJOK) SMPN Jombang, Edy Purnomo MM, merupakan guru matematika yang punya prestasi membanggakan.
Tiga tahun berturut-turut, 2017-2019, berhasil meloloskan siswa tembus olimpiade sains nasional (OSN) tingkat nasional.
Edy lahir di Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten Jawa Tengah 13 April 1970. Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Hj Sukidi Hadi Siswanto dengan almarhumah Hj Siti Muyyasaroh.
Dia mengawali pendidikan di Klaten dan Solo. Lulus SDN 1 Juwiran, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten dan SMPN 1 Juwiring. Serta alumni SMAN 4 Surakarta, Solo, Jawa Tengah.
’’1989 saya melanjutkan S1 ke Universitas Muhammadiyah Malang mengambil FKIP jurusan Matematika,’’ kata Edy kepada Jawa Pos Radar Jombang, Sabtu (21/12).
Dia menyelesaikan studi S1 pada 1993. Kemudian langsung mengajar matematika dan menjadi guru tidak tetap (GTT) di SMP Muhammadiyah 10 Dau, Kabupaten Malang.
Karir PNS dimulai pada 1998. Dia ditugaskan mengajar di SMPN 1 Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
’’Di sana selain mengajar matematika, saya juga pernah mengajar Biologi, Bahasa Inggris sampai TIK (teknologi informasi dan komunikasi),’’ kata bapak dua anak ini.
Dia kemudian dimutasi ke Jombang pada 2001 ke SMPN 1 Ngoro. ’’Waktu itu boleh pindah ke daerah masing-masing, saya pilih ke Jombang.
Karena istri saya asli Jombang,’’ tutur warga Dusun Tondowulan, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak ini.
Pada 2009, dia dimutasi ke SMPN 1 Perak. Kemudian dimutasi mengajar matematika di SMPN 2 Jombang pada 2013.
Kala itu, dia juga mendapat amanah menjadi guru sekaligus pembina ekstrakurikuler OSN.
’’Alhamdulillah, selama tiga tahun berturut-turut bisa mengantarkan anak-anak lolos OSN tingkat nasional,’’ terangnya.
Tepatnya pada OSN di Riau 2017, dilanjutkan 2018 di Padang, Sumatera Barat dan 2019 di Yogyakarta.
Keberhasilan anak didiknya ke ajang bergengsi tingkat nasional itu menjadi salah satu prestasi bagi Edy.
Karena siswanya membawa nama Jatim, khususnya Jombang. ’’Lolos nasional itu sudah sangat luar biasa, seleksinya sangat ketat. Saat itu kami ikut mengantarkan siswa ke sana,’’ ujarnya.
Pada 2019, Edy ikut seleksi calon kepala sekolah. Dia dinyatakan memenuhi syarat dan ambil bagian dalam diklat (pendidikan dan pelatihan).
’’Tepatnya 8 Januari 2021 saya mendapat amanah menjabat Kepala SMPN 2 Jogoroto sampai sekarang,’’ ucapnya.
Edy melanjutkan studi S2 di Universitas Islam Kadiri, Kota Kediri jurusan Magister Manajemen pada 2016 dan lulus 2018. (fid/jif)












