Pemerintahan

Makin Parah, Jalan Kabupaten di Desa Kedungmlati Jombang Jadi Kubangan Saat Musim Hujan

×

Makin Parah, Jalan Kabupaten di Desa Kedungmlati Jombang Jadi Kubangan Saat Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
JADI KUBANGAN: Jalan rusak di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben (8/1).

Desakita.co – Kondisi jalan rusak di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben semakin memprihatinkan.

Lubang yang menganga kini jadi kubangan air. Kondisi itu membuat pengendara harus lebih hati-hati saat melintas.

Pantauan di lokasi kemarin, lubang menganga bertebaran di sepanjang jalan. Usai diguyur hujan, membuat beberapa titik kini jadi kubangan air. Pengemudi roda dua meliuk-liuk menghindari jalan rusak.

Baca Juga:  Wujudkan Jombang Harmoni, Bakesbangpol Sukses Gelar Penguatan Ormas dan Budaya

’’Rusaknya sekarang semakin parah, karena pas musim hujan,’’ kata Fadoli salah seorang warga.

Jalan itu sebelumnya sudah dilakukan penanganan dengan tambal sulam. Namun kini rusak lagi.

’’Tiap musim hujan pasti di situ rusak,’’ imbuhnya.

Baca Juga: Lubang Bertebaran, Jalan Rusak di Desa Tugusumberjo Peterongan Jombang Dikeluhkan Warga

Jalan tersebut merupakan penghubung antar kecamatan. Yakni Kecamatan Kesamben dan Kecamatan Sumobito.

Baca Juga:  Waduh, Puluhan PJU di Desa Ini di Jombang Eror, Menyala Sepanjang Hari

’’Sebelah itu sudah Desa Gedangan (Kecamatan Sumobito), sebelahnya lagi Desa Ngrandulor (Kecamatan Peterongan),’’ ujar Fadoli.

Setiap hari jalan tersebut ramai pengendara. ’’Mudah-mudahan segera diperbaiki, biar tidak makin parah rusaknya,’’ harapnya.

Baca Juga: Jalan Rusak di Desa Jatigedong Ploso Jombang Segera Diperbaiki Pemerintah Pusat, Segini Anggarannya

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, mengatakan, bakal melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Bangun Kebersamaan Warga, Kelurahan Jelakombo Jombang Adakan Tradisi Sedekah Bumi

’’Akan kami identifikasi dulu keruskaannya,’’ katanya melalui Kabid Bina Marga, Agung Setiaji.

Sementara ini penanganan belum bisa dilakukan secara langsung. Sebab, selain menunggu hasil identitifikasi, juga pengadaan material aspal. ’’Karena awal tahun, sehingga bertahap,’’ ujar Agung. (fid/jif)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *