LifestylePemerintahanPotensi

Desa Kintelan, Kecamatan Puri Puluhan Ibu Muda Diwisuda, Diajari Pola Asuh Anak

×

Desa Kintelan, Kecamatan Puri Puluhan Ibu Muda Diwisuda, Diajari Pola Asuh Anak

Sebarkan artikel ini
PEDULI: Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albaraa menghadiri wisuda Sekolah Orang Tua Hebat yang diikuti 30 ibu-ibu muda di Desa Kintelan, Kecamatan Puri, Senin (13/1)

Desakita.co – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus digulirkan Pemerintah Desa (Pemdes) Kintelan, Kecamatan Puri. Salah satunya lewat program sekolah orang tua hebat (SOTH) sebagai upaya untuk menambah keterampilan orang tua dalam mengasuh buah hatinya. Cara ini sekaligus untuk mengindari anak dari permasalahan stunting.

 

Senin (13/1), sebanyak 30 ibu-ibu yang mengikuti program SOTH tahap pertama dinyatakan lulus dari bimbingan yang digeber pemdes bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga:  Selamat! 425 CPNS dan PPPK 2024 di Jombang Terima SK, Bupati Ajak ASN Profesional dalam Memberikan Pelayanan

 

Mereka juga diwisuda layaknya sarjana di balai desa setempat. Bahkan, prosesi wisuda turut dihadiri wakil bupati sekaligus Bupati Mojokerto terpilih Muhammad Albarraa. ’’Sebanyak 30 ibu-ibu telah dinyatakan lulus setelah tiga bulan mengikuti program SOTH di Desa Kintelan,’’ ungkap Ketua TP PKK Desa Kintelan, Yuliana Siswanto.

 

Sebelumnya, puluhan ibu muda ini telah dilatih dan diberikan pengetahuan tentang pola asuh anak. Khususnya yang memiliki anak usia dini antara 0 sampai 6 tahun, serta ibu hamil. Tidak hanya diberikan materi, mereka juga dilatih tentang pola pengasuhan positif bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  Tips Mendidik Anak Ala dr Purnaning Wahyu Prabarini Dokter Spesialis THT RSUD Jombang: Jangan Pernah Tinggalkan Salat

 

Mulai dari penyajian makan bergizi seimbang hingga pola komunikasi yang efektif. Pembelajaran SOTH sendiri berlangsung selama tiga bulan dengan 15 kali tatap muka atau 3 kali pertemuan dalam sebulan. Selain ibu rumah tangga, sebagian peserta juga berasal dari kalangan wanita pekerja. Mereka diikutsertakan agar memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Desa di Jombang Ini Bangun Saluran Irigasi dari Dana Desa

 

Hal ini sekaligus untuk menghindari permasalahan stunting akibat minimnya perhatian orang tua, khususnya ibu. ’’30 persen peserta adalah pekerja karir yang biasa menitipkan buah hatinya ke saudara atau orang tuanya. Dengan SOTH, diharapkan mereka lebih peduli terhadap perkembangan anak,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *