Desakita.co – Sosok Irma Fitriana, S.T. menjadi teladan bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jombang. Perempuan kelahiran Mojokerto, 9 Agustus 1980 ini berhasil meraih penghargaan ASN Berprestasi 2025 yang diserahkan langsung Bupati Jombang Warsubi pada Malam Resepsi Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025.
”Saat itu Kepala Dinas PUPR Jombang Bapak Bayu Pancoroadi memberi amanah kepada saya untuk mengikuti penilaian ASN itu, akhirnya saya ikut saja, karena ini sudah tugas dari kepala dinas,” ungkap Irma.
Ia mendapatkan predikat ASN berprestasi 2025 di kategori pejabat pengawas. Saat ini, Irma menjabat sebagai Sub Koordinator Seksi Bina Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Jombang sekaligus aktif sebagai pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) di dinas tersebut.
Penghargaan ini tidak datang begitu saja. Irma harus melalui proses seleksi ketat mulai dari penulisan makalah inovasi, tes tulis, hingga tahap wawancara yang melibatkan inspektur, kepala bagian organisasi, dan kepala BKPSDM. Dari seluruh tahapan, inovasi yang ia usung yaitu pengukuran performa penyedia jasa konstruksi.
Menurut Irma, inovasi ini lahir dari banyaknya masukan para pejabat pembuat komitmen (PPK) terkait pemilihan penyedia jasa yang dinilai belum profesional. ”Karena tupoksi saya di bina konstruksi terkait pembinaan penyedia jasa, maka saya mengusulkan inovasi ini,” jelasnya.
Saat ini, inovasi yang ia gagas juga sudah siap untuk dijalankan. Sistem dan tata cara pengukuran sudah siap, tinggal menunggu payung hukum berupa peraturan bupati. Jika berjalan, inovasi ini akan mendorong penyedia jasa untuk berlomba-lomba meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, sehingga mutu pembangunan infrastruktur lebih terjamin.
Perjalanan karier Irma cukup panjang. Lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Brawijaya (2004) ini sempat bekerja di perusahaan kontraktor sebelum menjadi honorer di Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto selama delapan tahun.
Ia sempat dipindahkan ke Bagian Humas dan Protokol Pemkab Mojokerto selama dua tahun. Setelah mencoba ujian CPNS hingga empat kali, akhirnya pada tahun 2015 ia berhasil lolos seleksi pada usia 35 tahun dan ditempatkan di Dinas PUPR Kabupaten Jombang hingga sekarang.
Meski kesibukan sebagai ASN cukup padat, Irma masih melanjutkan studi S2 di Universitas Narotama, jurusan Magister Teknik Sipil. Ia dikenal disiplin dan berdedikasi, sikap yang diakuinya banyak dipengaruhi oleh teladan dari pimpinan di lingkungan kerjanya. ”Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan kepala dinas, sekretaris, kepala bidang, serta rekan-rekan yang selalu memberikan motivasi dan doa,” ungkapnya.
Di balik prestasinya, Irma tetaplah seorang istri dan ibu. Ia mendampingi suaminya, Sya’dillah, dan menjadi sosok ibu bagi dua anaknya, Syatria Raka Assaid dan Sya’ira Ghassani. Dengan penuh syukur, Irma menyebut penghargaan ASN berprestasi ini sebagai motivasi untuk terus memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang konstruksi. (wen/naz)












