PemerintahanPotensi

Desa Gayam, Kecamatan Bangsal Tingkatkan Kualitas Hidup, Maksimalkan Layanan Kesehatan

×

Desa Gayam, Kecamatan Bangsal Tingkatkan Kualitas Hidup, Maksimalkan Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
EDUKASI KESEHATAN: Kegiatan Gema Pitu di Balai Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, yang digulirkan pemerintah desa, Selasa (15/7).

Desakita.co –  Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Bangsal, terus memaksimalkan layanan kesehatan bagi warganya.

Salah satunya melalui program pemeriksaan gratis yang didukung dua posyandu dan puluhan kader aktif.

Kepala Desa Gayam Imam Basori mengatakan, pihaknya senantiasa meningkatkan pelayanan kesehatan agar lebih optimal. Hasilnya Posyandu Desa Gayam kini telah berproses menuju kategori posyandu 6 standar pelayanan minimal (SPM).

”Kami memiliki 35 kader aktif dan dua posyandu yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga,” jelasnya. Imam menyatakan, layanan kesehatan difokuskan pada upaya menekan angka stunting atau kekurangan gizi pada anak dan peningkatan kualitas hidup warga.

Baca Juga:  Dinas Pertanian Temukan 1.656 Hektare Sawah di Jombang Terendam Akibat Banjir, Ini Rinciannya

Sejauh ini masih ada satu balita yang mengalami stunting, satu ibu hamil kategori risiko tinggi, dan satu ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK). ”Untuk totalnya dari jumlah penduduk sebanyak 2.561 jiwa, terdapat 14 ibu hamil dan 112 balita,” imbuh dia.

Layanan kesehatan di Desa Gayam juga menjadi perhatian Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Oktavian melalui program Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu (Gema Pitu) yang digelar di Balai Desa Gayam, Selasa (15/7).

Baca Juga:  Pemkab Jombang Siapkan Huntara Antisipasi Longsor Susulan di Desa Sambirejo Wonosalam

Rizal yang hadir bersama istri sekaligus Wakil Ketua TP PKK Amelia Fitri Octavian memberikan edukasi seputar kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia.

Amelia menegaskan, pentingnya pencegahan stunting sejak dini yang dimulai dari asupan gizi ibu hamil.

Kondisi ibu hamil juga perlu diperhatikan, dengan salah satu indikator lingkar lengan atas (LiLA) minimal 23,5 sentimeter.

”Setelah melahirkan, bayi juga harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan makanan pendamping tinggi protein. Protein hewani yang paling mudah dan terjangkau adalah telur,” ujarnya.

Baca Juga:  Wujudkan SDM Koperasi Kompeten, Dinkop UM Gelar Jombang Bimtek untuk Pembina Koperasi

Dia juga menekankan masa krusial perkembangan otak anak berada pada 1.000 hari pertama.

Yaitu, sejak dalam kandungan hingga usia lima tahun. Karena itu, lanjut dia, perhatian terhadap kecukupan gizi dan pencegahan infeksi sangat penting.

Tak hanya fokus pada ibu dan balita, Amelia juga menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan lansia.

Dia meminta pemeriksaan rutin, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dilakukan untuk memastikan para lansia tetap aktif dan sehat. (adi/ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *