Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, punya cara unik mengenalkan sejarah desa kepada masyarakat. Melalui karya buku berjudul Tinggar Merawat Sejarah, desa ini berupaya merevitalisasi jejak masa lampau sekaligus memberi pedoman bagi generasi penerus.
Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi Kepala Desa Tinggar Mohamad Madram dengan penulis Dian Sukarno. ”Kebetulan saya dan penulis adalah teman sekolah waktu menimba ilmu di SMPN 1 Perak. Terwujudnya buku ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami serta akan menjadi aset desa yang sangat berguna bagi generasi muda ke depannya,” ujar Madram kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Isi buku memuat tata desa, babat desa, sejarah pemerintahan, pembangunan, potensi desa, hingga topografi dan demografi. Ada pula rekomendasi tetenger Desa Tinggar sebagai penanda sejarah. ”Harapan kami, generasi penerus tidak lagi gagap sejarah karena buku ini bisa menjadi pedoman dalam menentukan arah dalam melangkah ke depannya,” tutur Madram.
Ia menambahkan, pemilihan judul Tinggar Merawat Sejarah menjadi simbol komitmen desa dalam menjaga warisan. ”Apabila di kemudian hari ditemukan bukti baru yang lebih kuat sebagai acuan sejarah, maka akan dilakukan pembaharuan dengan mengacu sebagaimana yang tercantum dalam bukti baru tersebut,” tandasnya.
Selain lewat buku, Pemdes Tinggar juga rutin mengenalkan sejarah dan potensi desa melalui kegiatan budaya. Salah satunya Tinggar Fest yang digelar setiap Agustus bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI. ”Rangkaian kegiatan biasanya kami laksanakan di bulan Agustus bersamaan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI,” ujarnya.
Tahun ini, Tinggar Fest digelar untuk memperingati 150 tahun berdirinya Desa Tinggar dengan tajuk Merawat Jejak Masa Lampau-Menuju Kejayaan di Masa Depan. (dwi/naz)












