Desakita.co – Keberhasilan Pemerintah Desa (Pemdes) Galengdowo, Kecamatan Wonosalam Jombang memaksimalkan potensi lokal desa untuk program ketahanan pangan mendapat apresiasi dari DPMD Provinsi Jawa Timur.
Desa Galengdowo menjadi salah satu dari empat desa di Kabupaten Jombang yang berhasil meraih predikat Desa Berdaya.
Program Peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) berbasis Pemberdayaan Masyarakat menuju Desa Berdaya merupakan wujud implementasi dari Nawa Bhakti Satya ke-7 Jatim Berdaya, yaitu program yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, BUMDesa dan mendorong terciptanya Desa Mandiri.
Kepala Desa Galengdowo Wartomo mengatakan rasa syukur atas apresiasi dan reward yang diberikan DPMD Provinsi Jatim.
”Alhamdulillah, desa kami menjadi salah satu yang terpilih se-Kabupaten Jombang serta menjadi satu-satunya desa dari Kecamatan Wonosalam,” ujarnya.
DPMD Provinsi Jatim memberikan penghargaan dana sebesar Rp 100 juta. Pemdes Galendowo merealisasikan anggaran tersebut untuk program Galengdowo Farm dengan kegiatannya berupa penggemukan kambing.
Baca Juga: Bangun Generasi Berkualitas, Pemdes Galengdowo Jombang Gelar Wisuda Sekolah Tangguh Orang Tua Hebat
Perwujudannya berupa pembuatan kandang komunal serta fasilitas pendukungnya seperti mesin pencacah pakan ternak sekaligus pembelian kambing, termasuk untuk anggaran pemeliharaannya.
”Kegiatan ini diharapkan semakin memberikan dampak dan kontribusi yang besar bagi kesejahteraan serta peningkatan perekonomian warga kami,” ujarnya.
Terlebih program yang dijalankan sesuai dengan potensi unggulan yang ada di desanya serta didukung oleh kondisi alam dan ketersediaan pakan yang melimpah di wilayah sekitar desa.
Terwujudnya Desa Berdaya memberikan dampak besar tidak hanya bagi masyarakat, namun juga bagi pemdes dan pemerintah daerah.
Masyarakat merasakan manfaat dengan terbukanya peluang usaha dan peningkatan pendapatan di skala lokal desa.
”Bagi kami selaku pemerintah desa, status Desa Berdaya mampu menjadi wujud kemandirian desa serta kemampuan menyediakan produk unggulan yang berdaya saing dan terintegrasi dalam pembangunan desa,” tutur Wartomo. (dwi/naz)












