Pemerintahan

Dishub-Polisi Gelar Razia Gabungan di Terminal Kepuhsari, Upaya Jaga Keselamatan Pemudik Jelang Nataru

×

Dishub-Polisi Gelar Razia Gabungan di Terminal Kepuhsari, Upaya Jaga Keselamatan Pemudik Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
DICEK: Petugas dishub dan satlantas melakukan pengecekan kendaraan di Terminal Kepuhsari, Kamis (11/12).

 

Desakita.co – Terminal Kepuhsari, Kecamatan Peterongan tampak lebih sibuk dari biasanya, Kamis (11/12). Deretan petugas berseragam, dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Satlantas Polres Jombang, Dishub Jawa Timur hingga Polisi Militer berdiri di pintu masuk terminal. Satu per satu kendaraan barang, dan bus diarahkan masuk untuk menjalani pemeriksaan. Itulah suasana operasi gabungan sebagai bagian dari persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Di antara deru mesin dan hiruk pikuk penumpang, petugas begitu teliti memeriksa setiap sudut kendaraan. Ban, lampu, wiper, hingga klakson dicek secara kasat mata. Beberapa petugas juga naik ke dalam bus, memberikan edukasi singkat kepada sopir tentang keselamatan, pentingnya kelayakan kendaraan, serta intensitas hujan akhir-akhir cukup tinggi. Bus yang lolos pemeriksaan lalu ditempeli stiker sebagai tanda laik operasi.

Baca Juga:  Mangkrak Bertahun - tahun, Deretan Koperasi Unit Desa di Jombang Ini Mati Suri

Kepala Dishub Jombang Sugianto melalui Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Perparkiran Bambang Tedjoatmoko mengatakan, kegiatan ini merupakan operasi berkala yang sengaja digencarkan menjelang libur Nataru. ”Mengingat sekarang musim hujan cukup tinggi, harapan kami kendaraan yang digunakan dalam keadaan oke. Kalau kendaraan ready, tingkat error semakin kecil,” ujarnya.

Pemeriksaan tidak hanya sebatas fungsi-fungsi dasar kendaraan. Tahun pembuatan ban, kondisi roda, hingga kelengkapan buku Kir menjadi perhatian utama. ”Khususnya di Dishub, yang terpenting itu buku Kir. Kalau buku Kir hidup artinya kendaraan dalam pantauan dinas. Artinya kendaraan selalu ready sehingga tidak trouble di jalan,” jelas Tedjo.

Baca Juga:  Bupati Warsubi Getol Kenalkan Potensi Desa di Jombang, Begini Kiatnya

Target operasi mencakup kendaraan penumpang dan barang. Tedjo juga menambahkan, operasi serupa akan dilakukan kembali pada 16 Desember mendatang, dengan fokus lebih tajam untuk persiapan puncak dari libur Nataru yang diperkirakan berlangsung pada 19 Desember hingga 4 Januari 2026 nanti.

Meski begitu, ia menegaskan operasi kali ini lebih menitikberatkan pada edukasi. ”Kecuali pelanggaran berat, seperti buku Kir mati atau kendaraan kasat mata tidak layak. Untuk itu Dishub bisa melakukan penindakan,” katanya.

Dari sisi kepolisian, Kanit Kamsel Satlantas Polres Jombang Ipda Ken Wahyu menegaskan, operasi ini bertujuan besar, menekan angka kecelakaan di masa libur panjang Nataru nanti. ”Tujuannya menekan jumlah kecelakaan. Jangan sampai kendaraan yang tidak laik jalan lolos menjelang libur Nataru. Ini bentuk peringatan agar nanti saat digunakan, kendaraan betul-betul siap,” kata Ken.

Baca Juga:  5 Kursi Kepala Desa di Jombang Dijabat Pj Kades, 2 Desa Bersiap Lakukan KDAW

Satlantas bersama petugas dishub memeriksa tidak hanya kelayakan kendaraan, tetapi juga kelengkapan surat-surat pengemudi. Selain itu, para sopir dan awak bus diimbau menjaga kebugaran selama bertugas. ”Kami mengimbau sopir selalu dalam kondisi fit saat mengemudi, dan kelengkapan surat supaya dipenuhi,” ujar Ken. Dari hasil pendataan, total kendaraan yang masuk pemeriksaan berjumlah 81 kendaraan. Sedikitnya ada 15 kendaraan dikenai tilang. Dan tiga kendaraan mendapat imbauan untuk panggilan uji KIR. (naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *