Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Miagan, Kecamatan Mojoagung, mendapat apresiasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur.
Desa Miagan terpilih sebagai salah satu desa di Kabupaten Jombang yang memperoleh Program Desa Berdaya 2025. Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan Pemdes Miagan dalam memaksimalkan potensi desa melalui BUMDes Kreto Makmur, sekaligus karena Desa Miagan telah menyandang status Desa Mandiri.
Kepala Desa Miagan Antok Budi Subagyo menyampaikan rasa syukur atas apresiasi sekaligus reward yang diberikan DPMD Provinsi Jawa Timur. ”Alhamdulillah, desa kami menjadi salah satu yang terpilih menerima program Desa Berdaya se-Kabupaten Jombang, harapan kami dapat semakin memaksimalkan potensi desa sesuai dengan kemanfaatannya,” ujarnya.
Program Peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) berbasis pemberdayaan masyarakat menuju Desa Berdaya merupakan implementasi dari Nawa Bhakti Satya ke-7 Jatim Berdaya. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM, koperasi, dan BUMDesa, sekaligus mendorong terwujudnya Desa Mandiri. Kehadiran Desa Berdaya dinilai memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi masyarakat desa, tetapi juga bagi pemerintah desa dan pemerintah daerah.
Di Desa Miagan, sasaran utama program dipusatkan pada lapangan desa yang kini telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi warga. ”Lapangan desa yang kami namai Alun-Alun Cemara Desa Miagan, telah dilengkapi dengan lapak-lapak pedagang serta sarana olahraga dan acara, juga telah dibangun rooftop untuk merasakan sensasi menikmati pemandangan sekitar dari lantai dua,” terangnya.
Optimalisasi kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian warga, sekaligus menjadi pengungkit ekonomi lokal berbasis potensi desa. ”Bagi kami selaku pemerintah desa, program Desa Berdaya mampu menjadi wujud kemandirian desa serta terintegrasi dalam pembangunan desa, serta memberikan dampak manfaat bagi masyarakat dengan terbukanya peluang usaha dan peningkatan pendapatan di skala lokal desa,” pungkas Antok. (dwi/naz)












