Pemerintahan

Jelang Mudik Lebaran, Perbaikan Jalan Nasional di Jombang Dikebut

×

Jelang Mudik Lebaran, Perbaikan Jalan Nasional di Jombang Dikebut

Sebarkan artikel ini

Desakita.co – Perbaikan ruas jalan nasional di Kabupaten Jombang terus dipacu jelang arus mudik Lebaran. Salah satunya di Jl Basuki Rahmat.

Teknik pengerjaan menerapkan core milling. Pekerjaan ditargetkan tuntas sebelum Lebaran.

Achmad Riza Wadullah, Jombang

Sejak Kamis (26/2), petugas intensif menyisir dan memperbaiki titik-titik kerusakan agar kenyamanan pengguna jalan segera pulih.

Pelaksana dari PT Tripalindo Transmix Abdul Karim mengatakan, pengerjaan sudah berjalan dan terus dipercepat. ”Untuk pekerjaan di Jl Basuki Rahmat, sudah dikerjakan sejak kemarin, dan masih kita kebut terus,” terangnya.

Baca Juga:  Rusak Berat, Jalan Kabupaten di Desa Kedungmlati Kesamben Jombang Dikeluhkan Warga

Berbeda dari tambal sulam biasa, penanganan di ruas ini menggunakan metode lebih menyeluruh. Aspal lama yang rusak dikupas terlebih dahulu sebelum dilapisi kembali. ”Teknisnya kita menggunakan core milling untuk melakukan pengupasan aspal lama terlebih dahulu,” lanjutnya.

Setelah proses pengupasan, permukaan jalan dilapisi aspal baru agar hasilnya lebih rata dan kuat, meski belum dilakukan overlay total. Metode ini dipilih karena karakteristik aspal lama dinilai sudah menua sehingga tambalan konvensional tidak akan bertahan lama. ”Dengan metode tersebut kualitas perbaikan diharapkan lebih optimal dan tahan terhadap beban lalu lintas harian yang cukup padat di ruas tersebut,” terang Karim.

Baca Juga:  Berdayakan Warga Melalui Kerajinan Anyaman Bambu, Desa di Jombang Ini Getol Tingkatkan Perekonomian Warga

Pekerjaan ditargetkan rampung dalam 15 hari sejak dimulai.

Dengan ritme pengerjaan 300 hingga 400 meter per hari, ruas ini diproyeksikan kembali nyaman digunakan sebelum Lebaran.

”Yang jelas pasti kita kebut, targetnya sebelum Lebaran sudah bisa digunakan dan nyaman kembali, paling tidak dalam satu hari bisa 300 meter sampai 400 meter penanganan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Disediakan TPS Khusus, Ratusan Santri Bakal Ikut Nyoblos di Jombang, Begini Prosesnya

Di lapangan, tim menghadapi tantangan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Hujan yang kerap turun berpotensi menghambat proses pengaspalan.

”Nah untuk menyiasatinya, kita mulai pekerjaan se-pagi mungkin, sehingga lebih banyak yang dikerjakan. Kalaupun nanti hujan, kita bisa tunggu dan bisa dilanjut pekerjaan di malam hari,” pungkasnya. (riz/naz)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *