DesaKita.co – Berangkat dari desa pinggiran di Kabuh, Jombang, Waka Humas SMKN Kabuh, Nurhadi SKom, 35,berhasil merengkuh posisi yang cukup mentereng.
Ia juga berhasil merengkuh pekerjaan yang dicita-citakannya dan orang tuanya, yakni sebagai guru.
Nurhadi lahir di lingkungan sederhana di Kecamatan Kabuh, Jombang. Lahir pada 4 November 1990, ia tumbuh dengan nilai kuat tentang pentingnya pendidikan sejak kecil.
Pilihan hidupnya banyak dipengaruhi didikan keluarga. ’’Orang tua selalu bilang, ilmu itu bekal hidup paling aman,’’ kata anak kedua dari dua bersaudara ini.
Nurhadi menempuh pendidikan dari SDN Munungkerep II, SMPN 1 Kabuh hingga SMAN Kabuh. Kemudian melanjutkan kuliah Sistem Informasi di STMIK Kadiri. Sejak masa sekolah, ia sudah menanamkan cita-cita menjadi pendidik.
’’Saya ingin ilmu yang saya dapat tidak berhenti di diri sendiri,’’ ucapnya.
Setelah lulus kuliah, mulai 2013 dia mengawali pengabdian sebagai Guru Informatika di SMKN Kabuh. Profesi guru ia pilih bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup yang ingin ia jalani dalam jangka panjang.
’’Menjadi guru itu cara saya membalas perjuangan orang tua,’’ ucapnya.
Dedikasi tersebut mengantarkannya dipercaya menjadi PPPK di sekolah negeri tersebut.
Bahkan, kini ia menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat SMKN Kabuh. Peran itu membuatnya aktif membangun jejaring sekolah dengan dunia industri dan masyarakat.
’’Sekolah harus terhubung dengan kebutuhan nyata di luar,’’ tuturnya.
Di tengah tanggung jawab pendidikan, Nurhadi menemukan kekuatan terbesar dari keluarga kecilnya bersama sang istri, Igna Dea Puspita, serta dua anaknya. Baginya, keluarga menjadi energi utama untuk terus berkembang.
’’Keluarga itu tempat saya mengisi ulang semangat,’’ tegasnya. (riz/jif)












