Uncategorized

Waspada! Tebing 15 Meter Longsor di Desa Carangwulung Jombang

×

Waspada! Tebing 15 Meter Longsor di Desa Carangwulung Jombang

Sebarkan artikel ini
WASPADA: Tebing di ruas Wonosalam – Jabung tepatnya di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam, Jombang longsor, (24/2). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

DesaKita.co  – Pengendara yang melintas di ruas Wonosalam – Jabung tepatnya di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam, Jombang harus lebih waspada.

Sebab, ada sebuah tebing sepanjang 15 meter longsor, (24/2).

Pantauan di lokasi, tampak sebuah tebing di sisi kiri jalan di Desa Carangwulung longsor. Tampak di lokasi, ada pembatas dan drum yang pasang petugas agar pengendara lebih hati-hati.

’’Tebing itu longsor akhir bulan lalu,’’ kata Camat Wonosalam, Yudha Asmara, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Tebing yang longsor tersebut berada di pinggir ruas jalan kabupaten. ’’Saat ini sudah kami laporkan ke PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang). Tinggal menunggu langkah perbaikan selanjutnya,’’ paparnya.

Baca Juga:  Daftar 9 Desa di Jombang dengan Potensi Sentra Kuliner, Nomor 4 Sudah Terkenal Sejak Era Gus Dur Hingga Jokowi

Dalam rentang waktu dua hari, pada 20 dan 21 Januari ada tiga kejadian longsor sekaligus. Salah satunya, tebing yang berdekatan dengan rumah warga.

’’Namun sudah kita tangani bersama dengan kerja bakti. Tinggal menunggu perbaikan tebing yang belum,’’ ucapnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, membenarkan kejadian longsor di Wonosalam.

’’Longsor terjadi di beberapa titik di Desa Carangwulung. Ada yang berada di dekat rumah warga, ada yang menutup sebagian jalan, dan ada yang sampai menutup aliran sungai,’’ terangnya.

Longsor pertama terjadi Selasa (20/1) sekitar pukul 23.00 WIB di Dusun Bangunrejo, RT 1/RW 05. Material tanah ambrol di sebelah rumah Sumartik, 63, dengan panjang sekitar 5 meter, lebar 2 meter, dan kedalaman 4 meter.

Baca Juga:  Disperta Jombang Belum Bagikan Bantuan Bibit, Petani Gagal Panen Dampak Banjir

’’Warga sudah melakukan penanganan awal secara gotong royong dengan membuat penahan tanah menggunakan karung berisi tanah,’’ jelasnya.

Longsor kembali terjadi Rabu (21/1) pukul 18.30 WIB di dua titik berbeda di Desa Carangwulung. Titik pertama berada di bahu jalan dengan panjang 15 meter, lebar 2 meter, dan kedalaman sekitar 20 meter.

Titik kedua terjadi di lahan perkebunan dengan panjang 3 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman 10 meter. Material longsor di titik kedua sempat menutup sebagian badan jalan.

Longsor juga terjadi di Dusun Ngeseng. Material tanah dengan panjang 5 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman 30 meter menutup aliran sungai di bawahnya.

Baca Juga:  Pembinaan Atlet Desa Menguat, 300 Karateka Inkanas Jombang Naik Tingkat

’’Untuk di Ngeseng, warga sudah melakukan pembersihan material yang menutup aliran sungai agar aliran air kembali normal,’’ katanya.

Wiku menegaskan, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dampak longsor mengganggu akses dan berpotensi membahayakan warga jika tidak segera ditangani.

BPBD Jombang telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan akan berkomunikasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Jombang terkait rehabilitasi bahu jalan yang mengalami longsor.

’’Kami juga merekomendasikan pemasangan garis pengaman di lokasi bahu jalan yang longsor serta pembersihan lanjutan material longsoran,’’ ungkapnya. (ang/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *