DesaKita.co – Proyek pembangunan plengsengan di saluran Sekunder Gambiran, tepatnya di Dusun Betek Barat, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang menjadi rasan-rasan warga. Sebab, keberadaan plengsengan yang baru dibangun 2023 itu sudah ambrol. Selain precast lining di tanggul terlihat rontok, tingkat kerusakannya mencapai 20 meter.
”Kalau tidak salah ambrol sudah satu minggu lalu,” ujar Abdul Ghozi salah satu warga sekitar. Dirinya menyebut, saat itu kondisi debit air di sungai sangat tinggi. Arus sungai juga sedang deras-derasnya. Hal ini membuat material tanggul langsung jebol. ”Waktu itu memang kondisi debit airnya besar, kemudian ambrol,” katanya.
Meski demikian, pekerjaan terbilang asal-asalan. Sebab, belum genap satu tahun, bangunan tersebut sudah rusak. Jika melihat kondisi seperti itu, ia menyebut kualitas pembangunan terkesan asal-asalan. Seharusnya, para pekerja bisa memperhitungkan debit air yang melintasi sungai tersebut agar bangunan tetap awet.
”Kalau melihat bangunanya memang rata-rata seperti ini. Pasti tidak akan bertahan lama,” tegas dia.
Dikonfirmasi hal ini, Sulton Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Jombang, mengaku sudah mengetahui kondisi plengsengan yang jebol tersebut. Termasuk melakukan identifikasi, serta melaporkan ke BBWS untuk mendapat skala periroritas perbaikan. Plengsengan yang rusak tersebut akan segera diperbaiki pihak kontraktor.
”Karena masih dalam masa pemeliharaan jadi masih menjadi tanggung jawab kontraktor,” pungkasnya. (yan/bin/fid)












