Desakita.co – Banjir yang menggenangi ratusan haktare sawah di akibat luapan Avoer Watudakon beberapa waktu lalu menimbulkan kerugian besar bagi petani.
Mereka harus mengeluarkan biaya untuk tanam ulang lantaran tanaman padi yang baru mereka tanam mati. Bahkan sebagian sawah petani hingga kini masih ada yang terendam.
Sebagai langkah, pemerintah desa mengusukan bantuan kepada petani terdampak.
Salah satunya dilakukan Pemerintah Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben.
Dari hasil pendataan, sedikitnya ada sekitar hampir 100 hektare tanaman padi terdampak banjir.
”Jadi, kami ajukan secara tertulis kemarin untuk 98 hektare sesuai yang terkena banjir,” kata Kades Kedungmlati Mariyati kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (4/3).
Puluhan hektare sawah yang terdampak banjir tersebar di sejumlah dusun. Di antaranya di Dusun Karandegan, Dusun Kedungmlati, Dusun Kedungbendo, Dusun Kedungmlati, dan Dusun Kedungpapar.
”Kemarin setelah disurvei sama dinas pertanian dan Dinas PUPR Jombang, kami sudah usulkan supaya petani juga dapat semacam bantuan,” imbuhnya.
Menurut dia, tidak hanya Desa Kedungmlati, beberapa desa lainnya yang terdampak banjir luapan Avoer Watudakon juga mengusulkan hal serupa.
”Sekarang masih proses didata lagi, waktu rapat di kecamatan kelihatannya nunggu SK dulu,” tutur dia.
Dari informasi yang ia terima, rencana bantuan tidak akan disalurkan sekarang. Namun, baru akan diberikan pada musim tanam selanjutnya.
”Bantuan diserahkan musim tanam selanjutnya, jadi tidak sekarang diberikan,” kata Mariyati. (ang/fid)












