Pemerintahan

Picu Macet Panjang, Proyek Jalan Nasional di Peterongan Jombang Bikin Elus Dada

×

Picu Macet Panjang, Proyek Jalan Nasional di Peterongan Jombang Bikin Elus Dada

Sebarkan artikel ini
BIKIN MACET: Proyek jalan nasional di jombang bikin macet setiap hari.

Desakita.co – Pembongkaran cor beton Jl Raya Peterongan Jombang membuat jalur arteri nasional harus diberlakukan contraflow.

Setiap hari, mau tidak mau hal itu memicu kepadatan dan kemacetan di sepanjang jalan.

Terutama di jam-jam padat dipastikan mengular sangat panjang.

“Ya, kalau malam memang macet, antreannya yang timur kadang-kadang bisa sampai kantor Samsat,” ungkap Umar salah seorang karyawan ekspedisi, kemarin (15/3).

Pada malam hari,  dipicu banyaknya kendaraan truk besar dan truk barang yang melintas.

Baca Juga:  Jalan Kabupaten Penghubung Antar Desa di Jombang Ini Rusak Parah, Kasihan Pengguna Jalannya

Sehingga perlambatan pengalihan jalur, membuat antrean kendaraan tidak terhindarkan.

“Kadang-kadang kalau sudah parah, ya saya putar balik cari jalan lain,” lontarnya.

Hal serupa diungkapkan Saputra, 35, salah seorang pengguna jalan.

Ia menyebut jalur di dekat Flyover  memang seringkali macet di jam-jam padat.

“Yang saya rasakan itu pagi sama sore pas pulang kerja, sudah pasti antre panjang,” keluhnya.

Baca Juga:  Imbas Pintu Dam Karet Jatimlerek Jebol, Jasa Perahu Tambang di Desa Megaluh Atur Ulang Sandaran Dermaga

Ruas jalan yang menyempit membuat kendaraan mau tak mau mengntre.

Ditambah dengan kondisi jalan contraflow yang rusak.

“Ya memang mengkhawatirkan, semoga saja proyek segera selesai,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Jombang Budi Winarno, tak menampik perihal kondisi proyek pembongkaran jalan nasional yang seringkali memicu kepadatan.

“Ya memang  proyek masih berjalan, contraflow juga masih berlaku, ada perlambatan yang membut kendaraan mengantre, tapi hanya di jam-jam tertentu,” katanya.

Baca Juga:  Bahayakan Pengendara, Deretan PJU Padam di Desa Sukoiber Jombang di Keluhkan Warga

Menurutnya, jam rentan terjadi antrean panjang adalah pagi saat berangkat sekolah, sore saat pulang kerja dan malam hari.

“Khusus yang malam ini biasanya didominasi truk besar.

Jadi asalkan tidak ada truk besar yang mogok ya aman saja. Cuma kalau ada yang sampai mogok ya bisa lumpuh,” pungkas Budi. (riz/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *