Desakita.co – Diberi amanah menjadi Camat Jombang, membuat Heri Prayitno sekaligus mengemban tugas sebagai ketua paguyuban camat se-Jombang.
Selain gerak cepat dengan turun langsung untuk memperkuat koordinasi ke seluruh desa dan kelurahan, dia juga berkomunikasi dengan camat-camat lain.
“Harapan ke depannya di seluruh kecamatan dapat meningkatkan pelayanan serta pembangunan infrastruktur,” katanya.
Lebih dari itu, dampak dari pembangunan juga perlu diperhatikan, baik lingkungan penghijauan, pembuangan limbah maupun perilaku, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa.
Alumnus S1 Keuangan Daerah Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta ini mengawali karirnya di kecamatan sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gudo 1997-2001.
Baca Juga: Daftar Lengkap Nama Kepala Desa di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Terbaru Tahun 2024
Setelah itu, bergeser sebagai Sekcam Kudu 2001-2003. Sempat ditugaskan sebagai Kasubid Pendidikan, Mental Spiritual Bappeda, Kabag Perencanaan Program dan Kepala TU RSUD Jombang.
Setelah itu, Heri lantas mengemban amanah baru sebagai Camat Kudu 2009, Camat Kabuh 2013, Camat Megaluh 2021 hingga akhirnya menjabat sebagai Camat Jombang 2023.
Saat ini, Heri berupaya menggandeng pemerintah desa dan kelurahan di Kecamatan Jombang untuk bersinergi dalam mensukseskan program-program Pemkab Jombang.
Utamanya dalam memunculkan potensi masing-masing desa/kelurahan.“Sebagai wilayah yang menjadi sentra Kabupaten Jombang, sudah sepatutnya Kecamatan Jombang memiliki keunggulan yang dapat dibanggakan dan berguna bagi masyarakat,” pungkas dia.
Baca Juga: Profil Lengkap Camat Ngoro Jombang Nur Evva Maylia: Mengabdi 19 Tahun, Optimalkan Potensi Desa
Luangkan Quality Time Bersama Keluarga
Kesibukan sehari-hari sebagai camat, membuat Heri Prayitno kerap membagi waktu bersama keluarga.
Bagi dia, obat terbaik atas lelahnya seharian bekerja adalah meluangkan waktu bersama istri dan anak-anaknya.
“Saat di rumah, saya kerap bersendau gurau dengan anak cucu. Hal ini sudah jadi obat yang mujarab setelah rutinitas sehari-hari,” ujarnya sembari tersenyum.
Di usia 56 tahun, dia bersama sang istri Ery Indra Tjahajaningsih lebih senang mengisi kegiatan di rumah daripada harus keluar rumah saat liburan.
“Mungkin hanya sesekali berlibur bersama ke tempat wisata,” tambahnya.
Anak ke-8 dari 12 bersaudara pasangan Marsidah (alm) dan W. Praptorahardjo (alm) ini kerap menghabiskan waktu di rumah saat libur bersama empat anak dan seorang cucu.
Apalagi lokasi dia bekerja saat ini cukup dekat dengan tempat tinggalnya di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang.
Dia lebih senang di rumah guna menjalin komunikasi dan mendekatkan dengan semua anggota keluarganya.
Terlebih, saat seharian sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
“Karena pada intinya kita bekerja demi keluarga, jadi sebisa mungkin kami berkumpul untuk menciptakan quality time bersama,” pungkas Heri.
(dwi/bin/riz)












