Pemerintahan

Bangun Jalan Rabat Beton, Cara Pemdes Senden Jombang Permudah Akses Warga

×

Bangun Jalan Rabat Beton, Cara Pemdes Senden Jombang Permudah Akses Warga

Sebarkan artikel ini
TINGKATKAN KONEKTIVITAS: Kepala Desa Senden Agus Budianto meninjau proyek rabat beton yang selesai dikerjakan.

Desakita.co – Desa Senden, Kecamatan Peterongan memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Di antaranya membagun taman bermain anak serta meningkatkan infrastruktur berupa pembangunan jalan rabat beton.

Kepala Desa Senden Agus Budianto menyampaikan, tahun ini  ada beberapa fasilitas yang dibangun untuk warganya.

 

Pertama, Taman Bahagia untuk bermain anak-anak yang terletak di depan Balai Desa Senden.

Baca Juga:  Asal-usul Desa Ngrandulor, Peterongan Jombang: Banyak Pohon Randu, Diambilkan dari Nama Salah Satu Dusun

Kini, taman itu sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.

”Setiap pagi dipakai bermain anak-anak PAUD AL Khariman Senden,’’ ujarnya.

Taman bermain anak yang dibangun dari anggaran swadaya masyarakat itu memiliki beberapa wahana permainan.

Mulai ayunan, prosotan dan lain-lain.

”Alhamdulillah setiap sore juga ramai dipakai bermain anak-anak Desa Senden,’’ tambahnya.

Selain itu, Desa Senden juga membangun jalan rabat beton dari anggaran Dana Desa (DD) 2023.

Baca Juga:  Pemdes Carangrejo Kecamatan Kesamben Keluhkan Aplikasi Coretax, Begini Respons DPMD Jombang

Kini jalan rabat beton sepanjang 160 meter sangat bermanfaat, khususnya untuk meningkatkan konektivitas warga antara Dusun Senden dengan Dusun Tembelang.

”Jalan ini juga bisa membantu mobilisasi hasil pertanian.

Sebelum ada jalan rabat beton, kendaraan yang mengangkut hasil panen tidak bisa lewat seini.

Baca Juga:  100 KK Bakal Ikut Direlokasi Dampak Bencana Tanah Gerak di Desa Sambirejo Wonosalam Jombang, Pj Bupati Koordinasi Perhutani Gunakan Eks Tanah HGU

Tapi sekarang Alhamdulillah bisa,’’ jelas Agus.

Lebih dari itu, jalan rabat beton juga bisa meningkatkan produktivitas panen.

Karena sebelum ada jalan rabat beton, petani harus mengeluarkan ongkos buruh lebih banyak guna mengangkut hasil panen.

Termasuk menyewa kendaraan truk.

”Sekarang truk sudah bisa ngangkut langsung lewat sini. Karena ini dulunya semak-semak,’’ pungkasnya. (ang/bin/ang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *