Desakita.co – Akses masuk ke area situs Petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro Jombang ditutup warga.
Imadudin Fitri, pemilik tanah sawah yang dijadikan akses jalan menuju situs membenarkan perihal aksinya menutup akses jalan menuju Situs Petirtaan Sumberbeji.
”Jadi sebenarnya tidak serta-merta langsung saya tutup, sebelumnya itu saya datang ke sana dan melihat Sumberbeji kan sekarang dilkelola paguyuban,” lontar Udin, sapaan akrabnya.
Dengan pengelolaan yang dilakukan paguyuban itu, Udin mengaku kurang setuju. Terlebih cara mereka berkomunikasi dengannya selaku pemilik tanah dan cara pengelola untuk mulai mengarah kepada bisnis di Situs Sumberbeji.
”Yang saya tahu, pengelola kan menarik ke PKL itu Rp 15 ribu setiap harinya, memang dipotong untuk kebersihan sama listrik, tapi kan sisanya masih banyak, itu ke mana sisanya,” lontarnya.
Padahal, pembuangan yang dilakukan sejumlah warung di dalam wisata Sumberbeji itu, juga mengarah ke aral persawahan.
Dan jalan yang digunakan juga merupakan jalan persawahan yang itu adalah hak miliknya.
”Jadi jalan itu bukan punya situs, itu milik pribadi saya, ada SHM dan saya bayar pajak setiap tahunnya. Sehingga, menurut saya karena di sana bisnis harusnya saya juga berhak mendapat kompensasi dong,” lanjutnya.
Sebelum melakukan penutupan akses jalan, Udin menyebut sudah sempat bertemu dengan perwakilan Paguyuban Sumberbeji selaku pengelola.
Ia pun telah mengutarakan maksud dan tujuannya itu. ”Saya sudah sampaikan ke ketua paguyubannya juga, saya minta Rp 3 ribu dari setiap iuran toko yang sudah dibayarkan,” lontarnya.
Ia pun, mengaku sudah menunggu hingga beberapa minggu untuk pengelola Sumberbeji memberikan jawabannya.
Baca Juga: Inovasi Kecamatan Ngoro Jombang: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Bidang Dukcapil
”Sudah saya tunggu satu minggu, dua minggu, sempat saya tutup pakai satu bambu juga, tapi karena tidak direspons, saya merasa disepelekan ya saya tutup total itu akhirnya,” lontarnya.
Warga Desa Badang, Kecamatan Ngoro mengaku siap bernegosiasi dengan pengelola Sumberbeji soal tuntutan kompensasinya itu.
Tanpa negosiasi dan kejelasan, ia mengaku tak akan membuka blokir jalan yang dilakukannya itu.
“Saya tidak kaku, yang penting ada omongan dulu, ada kejelasan,” pungkasnya. Sementara itu, hingga berita ini ditulis, ketua Paguyuban Sumberbeji belum bisa memberikan komentar. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum mendapat respons. (riz/naz)












