Desakita.co – Sepekan berlalu, banjir luapan Afvoer Watudakon yang merendam permukiman warga di Desa Jombok dan Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben belum surut.
Ratusan warga pun masih bertahan di posko pengungsian. Sebagai langkah, muncul opsi mendatangkan mesin pompa untuk menguras air untuk dibuang ke Sungai Brantas.
Pantauan hingga Kamis (12/12) siang, genangan air masih menggenangi permukiman warga. Ratusan warga juga masih mengungsi.
Genangan air di yang merendam permukiman warga di Dusun Beluk, Desa Jombok juga masih bertahan.
Baca Juga: Tinjau Banjir di Desa Jombok Kesamben, Begini Respons Pj Bupati Jombang
Kondisi yang sama juga terlihat di permukiman warga di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben. Terlihat rumah-rumah warga masih digenangi air dengan kedalaman 30 cm hingga 150 cm.
Suasana kampung pun masih terlihat sepi.
Mayoritas warga di dusun ini memilih mengungsi karena rumah-rumah mereka terendam air banjir.
Hanya ada beberapa warga yang masih bertahan, itupun di lokasi yang lebih tinggi.
”Nyaris seluruhnya sekarang sudah mengungsi memang, baik ke balai desa juga ke rumah saudara mereka, yang bertahan biasanya memang menjaga keamanan rumah saja,” terang Kepala Desa Blimbing Muli Alipah (12/12).
Pihaknya menyebut, dari sekitar 350 penduduknya di Dusun Kedondong, disebutnya tinggal 50 orang saja yang bertahan.
”125 orang sedang mengungsi di balai desa, sisanya pergi ke rumah saudara untuk mengungsi sementara,” rincinya.
Alipah menjelaskan, kondisi banjir di desanya itu memang cenderung stagnan. Sejak Minggu (8/12) malam, ketinggian air yang semula masih sekitar 20-30 cm tiba-tiba saja naik dan hingga kemarin belum kunjung surut.
Baca Juga: Sungai Meluap, Aktivitas Warga 7 Desa di Jombang Ini Lumpuh Akibat Banjir
”Airnya masih tinggi sekali, dan belum terlihat turun, padahal pembersihan sampah juga sudah dilakukan,” ungkapnya.
Alipah juga menyebut, upaya terkini yang bakal dilakukan pemerintah adalah melakukan pemompaan.
”Jadi kemarin itu dari Pemprov Jatim sudah ke Sipon Watudakon mengadakan rapat untuk penanganan jangka dekat..
Akhirnya disepakati akan dilakukan pemompaan dari Afvoer Watudakon dibuang ke Sungai Brantas, ini tadi sudah mulai didatangkan pompanya,” pungkasnya. (riz/naz)












