Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Losari, Kecamatan Ploso tahun ini menuntaskan pembangunan saluran drainase sepanjang 170 meter.
Ini dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan genangan air di permukiman tiap musim hujan.
Kades Losari Sutrisno menjelaskan, pembangunan saluran drainase saat ini sudah rampung.
Sumber anggarannya dari Bantuan Keuangan (BK) Kabupaten Jombang 2024 sebesar Rp 200 juta. ”Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola, karena sudah ada TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) desa,” kata Sutrisno.
Lokasinya berada di Dusun Sidopulo RT 4, RW 5. Saluran drainase sepanjang 107 meter itu kanan dan kirinya sudah lebih baik dari sebelumnya.
”Konstruksinya berupa pasangan batu kali,” imbuh dia.
Pembangunan dilaksanakan sesuai dengan aspirasi masyarakat setempat. Sebab, selama ini ketika musim hujan tiba, air dari saluran luber ke permukiman.
”Untuk merepons permintaan masyarakat, karena berharap ketika musim hujan tidak ada lagi air yang menggangu lingkungan sekitar,” ujar Sutrisno.
Proyek itu menyambung dengan saluran saluran tersier. Sehingga konstruksi bangunan baik kanan dan kiri saat ini lebih tinggi.
”Supaya ketika airnya penuh tidak sampai muntah ke lingkungan,” tutur dia.
Dengan begitu, persoalan genangan air di dusun setempat secara perlahan bisa teratasi. ”Ketika tidak ada intervensi dari desa susah, yang terpenting kegiatan sudah kami laksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujar Sutrisno.
Baca Juga: Ini Sosok Soekeni Ayahanda Bung Karno: Jadi Guru Sekolah Pribumi di Desa Rejoagung Ploso 6 Tahun
Sutrisno merasa terbantu dengan adanya BK yang diterima desa. Sebab, bisa membantu pembangunan infrastuktur yang selama ini belum terjangkau dana desa (DD).
”Secara tidak langsung bisa menyelesaikan sarana infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga bisa mempercepat pembangunan di desa,” kata Sutrisno.
Desa Losari memiliki lima dusun. Meliputi Dusun Losari, Clangap, Losari Rowo, Sidopulo, dan Dusun Banggle.
Selain masyarakatnya bertani, juga tak sedikit merupakan pedagang yang berjualan di Pasar Ploso. ”Mayoritas masyarakat sini petani, tapi banyak juga yang berdagang di pasar,” singkat Sutrisno. (fid/naz)












