Pemerintahan

3 Desa di Jombang Dirikan Dapur Umum Setelah Banjir Tak Kunjung Surut, Ini Lokasinya

×

3 Desa di Jombang Dirikan Dapur Umum Setelah Banjir Tak Kunjung Surut, Ini Lokasinya

Sebarkan artikel ini
Warga terdampak banjir menerima bantuan makanan siap saji.

Desakita.co – Banjir yang merendam sejumlah wilayah kecamatan sejak Selasa (21/1) malam hingga kini belum surut. Sedikitnya masih ada lima desa yang wilayahnya masih terendam.

Titik banjir terparah di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung dengan ketinggian muka air di dalam rumah warga mencapai 80-100 sentimeter.

Sebagian warga mulai meninggalkan rumah dan berpindah ke tempat pengungsian.

Sementara itu, pemkab manfasilitasi pemerintah desa mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan makan minum warga.

Data yang dihimpun, beberapa desa di Kecamatan Mojoagung hingga Kamis (23/1) masih terendam banjir.

Masing-masing Desa Kademangan, Desa Mojotrisno, Desa Karangwinongan, Desa Betek, dan Desa Karobelah. Titik banjir terparah di Desa Kademangan.

”Saat ini katinggian air di dalam rumah warga mencapai 80 sentimeter kalau di jalan antara 120-160 sentimeter,” terang Puji Santoso, 47, salah satu warga Dusun Kabondalem, desa Kademangan, Kamis (23/1) kemarin.

Baca Juga:  Peringatan Hari Anak Nasional Meriah, Bupati Warsubi Komitmen Perkuat Toleransi dan Perlindungan Anak

Puji menerangkan, banjir yang merendam desanya sudah berlangsung sejak Selasa (21/1) malam.

Baca Juga: Jadi Langganan Banjir Setiap Tahun, Warga Desa Talunkidul Kecamatan Sumobito Jombang Minta Solusi Pemerintah

Banjir dipicu meluapnya tiga sungai besar, yakni Sungai Gunting, Sungai Pancir, dan Sungai Catakbanteng.

Pada Rabu (22/1) pagi, air berangsur surut, namun Rabu (22/1) malam, hujan deras kembali mengguyur wilayahnya dan air kembali naik dan sampai sekarang (23/1) pagi banjir masih bertahan.

”Ini saya mau mengungsi ke taman kota. Sebab, ketinggian air di dalam rumah sudah mencapai 80 sentimeter. Kalaudi luar rumah antara 120-160 sentimeter,” imbuhnya.

Dampak banjir membuat warga kesulitan beraktivitas, termasuk untuk memasak lantaran dapurnya terendam banjir. Beruntungnya, pemkab mulai menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Baca Juga:  Libur Panjang Penumpang Bus di Terminal Kepuhsari Desa Keplaksari Jombang Tetap Sepi, Ini Penyebabnya

”Ini ada bantuan makanan siap saji dari BPBD Jombang, berupa snack dan roti,” kata Sofii, 54, warga lainnya.

Belum diketahui pasti berapa jumlah rumah-rumah warga terdampak, serta jumlah warga yang mengungsi.

”Sampai saat ini kita masih terus lakukan pendataan.

Tim juga terus kita siagakan di lokasi banjir,” ungkap Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Kamis (23/1).

Wiku menerangkan, dari laporan sementara yang ia terima, hingga Kamis (23/1) sedikitnya ada tiga desa yang masih tergenang banjir.

Baca Juga: Peduli Bencana Banjir di Kesamben Jombang, Ini yang Dilakukan Keluarga Besar SMPN Jombang

Masing-masing Desa Madiopuro dan Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, dan Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. ”Namun, report terakhir kondisinya berangsur surut,” ujar dia.

Baca Juga:  Dianggarkan Lewat APBDes, Begini Uji Coba Makan Siang Gratis di Desa Kepatihan Jombang

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jombang Hari Purnomo mengatakan, dampak banjir yang masih menggenang di beberapa wilayah sudah ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada pemdes masing-masing.

”Kita sudah koordinasi dengan Pemdes Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Pemdes Madiopuro dan Pemdes Talunkidul Kecamatan Sumobito. Hasilnya kita sepakati mulai hari ini desa mendirikan dapur umum di lokasi yang sudah ditentukan dan kita support logistiknya,” ujar dia (23/1).

Ia mengatakan, untuk penanganan banjir dinsos memang tidak mendirikan dapur umum.

Karena dapur umum didirikan oleh desa. Namun pihaknya mendukung bahan makanan.

”Untuk dapur umum kita hanya mendirikan satu lokasi di Wonosalam bagi warga dan relawan yang bekerja dalam penanganan longsor,” pungkasnya. (ang/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *