Desakita.co – Dua korban tanah longsor di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, yakni Widyawati, 42, dan anaknya Muhammad Makruf Ismail,13, masih menjalani perawatan intensif RSUD Jombang, Minggu (26/1).
Keduanya, sempat menjalani perawatan di RSK Mojowarno namun dirujuk untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Direktur RSUD Jombang Ma’murotus Sa’diyah menyampaikan, korban Widyawati mengalami luka patah tulang kaki sebelah kanan dan pendarahan pada perut, sementara sang anak Makruf Ismail mengalami luka-luka pada kedua kaki akibat sempat tertimbun material longsoran.
”Kita sudah memberikan penanganan terbaik. Saat ini keduanya tengah menjalani masa observasi dan penanganan intensif di ruang High Care Unit (HCU) ruang Paviliun Yudistira RSUD Jombang,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (26/1).
Ia mengatakan, keduanya masih membutuhkan observasi yang ketat karena khawatir ada trauma mendalam usai tertimpa musibah yang cukup berat.
Ia mengatakan, luka-luka yang dialami kedua korban paling parah ada di bagian kaki serta pendarahan di bagian perut untuk sang ibu.
”Hasil USG kemarin hari pertama aman semua perutnya, tapi kita observasi terus,” tambahnya.
Ia menambahkan, jika korban akan menjalani penanganan medis lebih lanjut dalam waktu dekat. Setelah mendapat kesimpulan dari hasil observasi, korban akan menjalani operasi. ”Penanganan medis berupa operasi pada kaki korban yang patah,” jelas Ning Eyik, sapaan akrabnya.
Ia memastikan korban tanah longsor akan mendapat perawatan maksimal.
Hal itu, Sesuai instruksi dari Pj Bupati Teguh Narutomo dan Sekdakab Agus Purnomo agar korban mendapatkan perhatian serius. Lebih dari itu, seluruh biaya perawatan akan ditanggung pemerintah.
”Seluruh biaya akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Jombang sampai sembuh,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Widiani bersama Pj Bupati Jombang Narutomo juga mengunjungi korban longsor Wonosalam di RSUD Jombang kemarin.
Pemprov menyerahkan bantuan sosial berupa uang tunai untuk korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor menerjang empat rumah warga di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kamis (23/1) pagi.
Selain memporak-porandakan rumah, empat warga juga tertimbun material longsor. Mereka merupakan satu keluarga.
Baca Juga: Pengendara Wajib Hati-Hati, Jalan Rusak di Desa Ini di Jombang Ditandai Keranjang Sampah
Keempatnya masing-masing Widiyawati, 42, Muhamad Makruf Ismail, 13, Duwi Wandira Ayu Ismail alias Andin, 9, dan Ducha Ismail, 56. Petugas gabungan dibantu warga melakukan pencarian.
Sekitar pukul 05.30, dua korban, yakni Widiyawati, 42, Muhamad Makruf Ismail, 13, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, hanya saja mengalami luka-luka akibat tertimbun material longsor. Keduanya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Petugas melanjutkan pencarian korban. Sekitar 11.50, korban Andin berhasil ditemukan. Bocah 9 tahun ini ditemukan sudah meregang nyawa di bawah timbunan longsor.
Petugas segera mengevakuasi korban. Pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Jumat (24/). Sekitar pukul 16.00, petugas berhasil menemukan korban Ducha Ismail. Korban terakhir ini ditemukan dalam kondisi sudah meregang nyawa terjepit material longsor. (ang/naz)












