Pemerintahan

Tanggul Dam Balongsono Longsor, Warga Desa Talunkidul Jombang Waswas Tanggul Jebol

×

Tanggul Dam Balongsono Longsor, Warga Desa Talunkidul Jombang Waswas Tanggul Jebol

Sebarkan artikel ini
BELUM TUNTAS: Sejumlah pekerja melakukan penanganan darurat tanggul atau sayap Dam Balongsono di Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito yang longsor.

Desakita.co – Penanganan sayap Dam Balongsono di Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito yang longsor masih terus dilakukan.

Namun, demikian warga sekitar sungai waswas ancaman tanggul jebol. Mengingat sampai saat ini intensitas hujan masih tinggi.

”Hujannya masih deras begini, khwatir pas air sungainya tinggi terus jebol,” kata Laminah salah seorang warga Dusun Balongsono.

Dia menyambut baik penanganan darurat saat ini terus dilakukan. Mengingat, jarak tanggul yang longsor dengan permukiman sangat dekat.

Termasuk rumahnya, berjarak sekira 500 meter dari tanggul Kali Gunting.

”Mudah-mudahan perbaikannya bisa cepat selesai, kemarin juga sudah dicek sama pak Pj bupati, sudah ada beckhoe juga di situ,” imbuh dia.

Laminah menjadi salah satu warga terdampak banjir beberapa waktu lalu. Selama hampir dua hari rumahnya terendam banjir, tetapi memilih untuk bertahan.

”Semoga tidak banjir lagi,” kata wanita berusia 80 tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, penanganan darurat sampai saat ini masih berlangsung. Pihak pemilik kewenangan sungai mengalami kendala dalam penanganan itu.

Baca Juga:  Terlahir Kembali

Baca Juga: Pj Bupati Jombang Tinjau Penanganan Tanggul Dam Balongsono, Segera Jadwal Rakor Bersama BBWS Brantas

”Jadi sampai hari ini (kemarin) masih berproses, teman-teman balai (BBWS Brantas) kesulitan pemancangan untuk bongkotan, karena di bawah sudah posisi fondasi atau lantai,” kata Sultoni.

Sehingga, kayu yang dijadikan penguat gedek guling tak bisa ditancapkan.

Sebagai alternatif, kini menggunakan betoneser atau rangkaian besi beton. ”Akhirnya sekarang dipakai betoneser ditancapkan setengah meter, untuk menahan gedek guling supaya tidak hanyut atau terkena dorongan air,” imbuh dia.

Saat ini hampir satu baris besi itu sudah mulai ditancapkan. ”Sifatnya hanya penguat, ketika nanti sudah selesai dan ada penanganan permanen akan diambil,” ujar Sultoni.

Kondisi debit air, menurut Sultoni saat ini cenderung stabil. Sehingga penanganan tak sebegitu terkendala derasnya air.

”Kategori sekarang masih biasa, artinya memang sangat tergantung dari kondisi hulu, baik di Wonosalam maupun Kasembon dan Kandangan,” tutur dia.

Baca Juga:  Sediakan Fasilitas Wahana Bermain Anak, Pemdes Dukuhmojo Mojoagung Jombang Tingkatkan Pelayanan Warga

Meski begitu, prediksi BMKG, menurut Sultoni, intensitas hujan masih tinggi. ”Prediksinya sampai Maret,” kata Sultoni.

Pantauan di lokasi, beberapa pekerja sibuk memasang sandbag. Beberapa di antaranya memasang rangka besi. Meski aliran air Kali Gunting cenderung masih tinggi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sayap Dam Balongsono di Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito ambrol sekitar 15 meter, Kamis (23/1) dini hari.

Baca Juga: Adakan Expo Study Lanjut, Cara SMPN 2 Jogoroto Peringati HUT ke-27

Derasnya aliran air menjadi pemicu ambrolnya bangunan tersebut. Khawatir ancaman tanggul jebol, warga bahu-membahu memperkuat titik tanggul dengan memasang gedek guling dan tumpukan karung berisi tanah. Jika sampai jebol, dipastikan air akan menggenangi permukiman padat penduduk di sekitar tanggul.

Pantauan di lokasi Kamis (23/1) pagi, sayap dam yang ambrol berada di sisi barat. Pasangan plengsengan dari material batu kali rontok tergerus derasnya aliran air.

Beberapa warga bersama petugas sibuk memperkuat tanggul menggunakan sandbag dan gedek guling.

Baca Juga:  Proyek Jalan Cor di Desa Karangpakis, Kabuh Jombang Tak Kunjung Rampung, DPRD Jombang Sampai Kecewa

Warga khawatir ancaman tanggul ambrol, terlebih debit air Kali Gunting masih tinggi.  ”Ambrolnya Kamis sekitar pukul 03.00, pas kondisi air sungainya masih tinggi,” kata Koko Mulyanto, salah seorang warga di lokasi.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengakui, adanya kerusakan tanggul di titik sayap Dam Balongsono.

”Iya, sayap bendung sisi barat atau di sisi kiri hilir yang ambrol atau sleding sepanjang 15 meter dengan lebar hampir 3 meter, pascadebit Kali Gunting tinggi,” kata Sultoni.

Pihaknya, sudah melaporkan adanya kerusakan kepada pemilik kewenangan sungai.

”Saat ini proses penanganan darurat oleh warga, teman-teman BBWS Brantas dan UPT Mojoagung, kami dropping tanah uruk empat rit,” imbuh dia. Petugas cukup kesulitan menangani sayap dam yang rusak karena debit air sungai masih tinggi. Alat berat juga tak bisa mengakses ke titik itu. ”Di sampingnya  itu sudah permukiman, bahaya kalau sampai jebol,” ujar Sultoni (fid/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *