Pemerintahan

Tradisi Gerebek Apem di Jombang Meriah, Gus Wabup Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

×

Tradisi Gerebek Apem di Jombang Meriah, Gus Wabup Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Sebarkan artikel ini
DIBUKA: Wabup Jombang Salmanudin Yazid membuka tradisi Gerebek Apem di Alun-Alun Jombang, Rabu (26/2) pagi.

Desakita.co – Suasana Alun-Alun Jombang terasa berbeda, Rabu (26/2) pagi.

Ini setelah, belasan tumpeng apem berjajar menghiasi pusat kota itu.

Ya, itu adalah tradisi gerebek apem yang digelar Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang dalam menyambut bulan suci Ramadan. Seperti apa?

Rangkaian tradisi gerebek apem dimulai dengan arak-arakan (kirab) tumpeng apem yang diberangkatkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang, Sudiro Setiono dari Kantor Pemkab Jombang.

Kirab tumpeng apem diikuti para pelajar dari berbagai sekolah, serta iring-iringan kendaraan hias yang terdiri dari satu mobil pikap serta 15 kendaraan roda tiga (tossa) yang mengusung tumpeng apem.

Peserta dan penonton yang menyaksikan di sepanjang rute kirab terlihat antusias menyaksikan kirab tumpeng apem tersebut.

Setibanya di Alun-Alun Jombang, kirab tumpeng apem disambut Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid.

Baca Juga: Pemkab Jombang Mulai Susun Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup, Ini Rinciannya

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Pemdes Gumulan Tembelang Jombang Bangun Kantor Desa

Tampak hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang, dan tamu undangan.

”Apem ini merupakan bentuk rasa syukur kita semua.

Simbol bahwa kita perlu persiapan supaya semua bisa berjalan dengan khidmat dalam menjalankan ibadah puasa,” ungkap Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang Sudiro Setiono.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gus Wabup, sapaan akrab M. Salmanudin Yazid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara gerebek apem.

”Mari kita sambut bulan Ramadan ini dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Semoga ibadah kita diterima oleh Alloh SWT,  kita semua diberi kesehatan serta kekuatan untuk menjalankan puasa Ramadan dengan sebaik baiknya,” ujar dia.

Dijelaskan, gerebek apem merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Jombang sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan maaf menjelang bulan Ramadan.

Baca Juga:  2 Korban Selamat Longsor Desa Sambirejo Jombang Jalani Perawatan Intensif, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan

Kue apem, yang menjadi simbol utama dalam acara ini, berasal dari kata afwan yang dalam bahasa Arab berarti “mohon maaf”.

”Tradisi ini mengandung nilai spiritual dan sosial yang mendalam, mengingatkan umat Islam untuk membersihkan hati, memohon ampunan kepada Allah SWT, dan saling memaafkan antarsesama sebelum memasuki bulan suci,” tambahnya.

Baca Juga: Tok! KPU Jombang Tetapkan Warsubi – Salman Bupati dan Wakil Bupati Terpilih 2025-2030

Pihaknya juga mengajak seluruh umat Islam untuk menghormati perbedaan dalam penetapan awal puasa dengan bijak.

Gus Wabup juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan di atas perbedaan, serta mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh rahmat dan kedamaian dengan menekankan nilai toleransi, ukhuwah, dan saling menghargai.

”Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk menciptakan suasana Ramadan yang aman dan nyaman, dan mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Baca Juga:  Ini Rincian 13 Gedung Sekolah Dihibahkan Pemkab Jombang ke Pemdes

Mewakili Bupati Jombang Warsubi, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kekhidmatan ibadah selama Ramadan.

Di antaranya tidak membunyikan petasan atau melakukan konvoi berlebihan, saling menghormati, dan meningkatkan kepedulian sosial dengan memperbanyak zakat, infaq, dan sedekah.

Baca Juga: Simpatisan Warsubi dari Desa Rejoslamet Mojowarno Jombang Ini Nazar Jalan Kaki Mojokerto-Surabaya

”Mari kita saling menghormati baik yang melaksanakan ibadah puasa maupun yang belum bisa menjalankan puasa di bulan Ramadan, serta meningkatkan kepedulian sosial dengan memperbanyak zakat, infaq dan sedekah,” tuturnya.

Kegiatan tradisi gerebek apem berjalan lancar dan meriah. Kegiatan dibuka dengan doa, dan dilanjutkan pemukulan gong menandai dimulainya gerebek apem.

Dalam sekejap, seluruh gunungan/tumpeng apem ludes tidak tersisa menjadi rebutan masyarakat yang memenuhi Alun-Alun Jombang (naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *