Desakita.co – Pengasuh Asrama Hidayatul Qur’an Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Dr KH M Afifuddin Dimyati Lc MA mengajak umat muslim khususnya civitas akademik Unipdu Jombang untuk mengoptimalkan perangkat kecerdasaran guna tadabbur Alquran.
”Tiga anggota tubuh ini, yakni pendengaran, penglihatan dan hati adalah kunci ilmu,’’ ujarnya saat menjadi narasumber Kajian Ramadan Unipdu di Islamic Center Unipdu, Minggu (16/3).
Gus Awis, sapaan akrabnya menyampaikan, di dalam Alquran Allah SWT telah berfirman
“Dan Allah SWT mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. Dengan anggota tubuh telinga, manusia diberikan kemampuan untuk mendengar.
Dengan anggota tubuh mata, manusia juga diberikan kemampuan untuk melihat, dan dengan anggota tubuh hati, manusia diberikan kemampuan untuk merasakan, atau berfikir.
”Tiga perangkat keilmuan untuk punya tanggungjawab untuk memainkan fungsinya dalam memahami Alquran,” tambahnya.
Sebagai umat muslim, setiap manusia diwajibkan tahu hak-hak Alquran. Di antaranya, dibaca, tilawah, serta tadabur.
”Maka kita punya kewajiban, bagaimana memfungsikan perangkat kecerdasan dalam menangkap pesan Alquran,” jelas dia.
Ketua MUI Jombang ini menguraikan, ada banyak cara mengoptimalkan pesan dalam Alquran dengan tadabbur.
Misalnya, dalam membaca Alquran tidak hanya sekadar membaca.
Namun juga memahami Tajwid atau ilmu yang mempelajari cara membaca Alquran dengan baik dan benar.
Contohnya, izhar halqi dibaca jelas, idgham bighunnah dibaca dengan dengung, ikhfa haqiqi dibaca samar, iqlab dengan menukar, idgham bilaghunnah dengan tanpa dengung.
”Dan itu bisa dioptimalkan dengan tiga perangkat tadi,” jelas dia.
Disisi lain, tadabbur Alquran di artikan sebagai tindakan mengingatkan diri sendiri.
Baca Juga: Kajian Unipdu Jombang: Mendidik Anak dengan Teladan
Dalam kajian lain, tadabbur ayat Alquran juga berarti merenungkan dan memahami makna ayat.
Adapun dapat dilakukan dengan berbagai metode, antara lain melalui metode qiroatiy (membaca dengan seksama) dan sama’iy (mendengarkan dengan cermat), serta dengan memahami makna, kandungan, dan hikmah di balik setiap ayat.
”Setiap umat punya kapasitas macam macam dalam menangkap pesan Alquran. Namun, tergantung bagaimana upaya yang kita lakukan, karena Allah akan melimpahkan setiap berkahnya kepada ummatnya yang serius mengamalkan Alquran,” pungkasnya. (ang/fid)












