Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Pulorejo, Kecamatan Ngoro memiliki cara tersendiri dalam menjalankan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sempat mati suri.
BUMDes Subur Makmur kembali aktif akhir 2023, saat berkolaborasi dengan salah satu universitas ternama melalui program pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM).
Wisata edukasi permainan tradisional jadi tema yang dipilih dengan menciptakan wahana yang dinamakan Kebon Dolanan. Wahana ini salah satu unit usaha BUMDes yang dikelola remaja Karang Taruna Desa Pulorejo.
“Wisata edukasi Kebon Dolanan bertujuan mengenalkan permainan tradisional berpadu dengan outbound yang sangat bermanfaat bagi perkembangan motorik anak di era modern,” kata Kop Mustoko Kepala Desa Pulorejo.
Ia menyampaikan, gagasan awal terciptanya Kebon Dolanan ini ide dari Direktur BUMDes yang juga dosen di salah satu universitas ternama di Jombang.
Lokasi awal yang dipilih kebun belakang rumah warga dengan nuansa rindang pohon bambu yang terletak di pinggir kawasan persawahan Dusun Santren.
“Pemanfaatan lahan warga kurang produktif juga merupakan inisiatif dari pengurus BUMDes untuk lebih memberdayakan masyarakat sekitar, mempermudah pemeliharaan dan pengelolaan serta mempertimbangkan faktor keamanan,” terang Wardatul Mufidah Direktur BUMDes Subur Makmur.
Ia menyampaikan, Kebon Dolanan beroperasi sejak September 2023 lalu dengan fasilitas paket permainan tradisional dan outbound serta aneka wahana seru lainnya.
Kebon Dolanan saat ini hanya memiliki waktu operasional umum di akhir pekan. Yakni Sabtu dan Minggu serta membuka layanan khusus di hari biasa sesuai permintaan pengunjung
Pemdes Pulorejo juga memfasilitasi para pelaku UMKM di wilayah sekitar desa untuk berjualan mengais rejeki sebanyak-banyaknya.
“Menjajakan produk mereka dengan membangun lapak tradisional di lokasi Kebon Dolanan,” pungkas Kop Mustoko. (dwi/bin/ang)












