Potensi

Pulen Banget! Durian Sunrise asli Wonosalam Jombang, Si Mungil Berdaging Tebal

×

Pulen Banget! Durian Sunrise asli Wonosalam Jombang, Si Mungil Berdaging Tebal

Sebarkan artikel ini
MUNGIL: Heri Susanto, petani durian asal Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam kemarin.

Desakita.co – Kecamatan Wonosalam terkenal dengan daerah penghasil durian lokal yang memiliki rasa legit pahit.

Salah satunya, durian lokal Sunrise yang memiliki daging tebal dengan warna dan kuning segar.

Durian lokal ini salah satunya dapat ditemukan di kebun durian milik Heri Susanto, warga Dusun Pucangrejo, Desa/Kecamatan Wonosalam.

Heri menjelaskan, di Wonosalam ada banyak jenis durian lokal.

Mulai berbentuk besar hingga kecil-kecil.

Durian lokal yang kebanyakan belum memiliki nama tersebut memiliki ciri khas tersendiri mulai warna, rasa, dan teksturnya sesuai asalnya.

Baca Juga:  Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Suarakan Lantang Penanganan Banjir di Simpang Kupang Tiap Musrembang Kecamatan

”Di Dusun Pucangrejo sendiri, ada durian dengan bentuk mungil seperti ini. Ini satu pohon rata-rata mungil dengan daging yang tebal dan warna buah yang berwarna kuning segar,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Untuk membedakan varian lokal dengan daerah lainnya, ia kemudian menyebutnya dengan durian sunrise.

Hal itu sesuai ciri-ciri durian yang ada di kebunnya dengan warna kuning sehat khas matahari terbit.

Baca Juga:  Unik! Awali Musim Panen Kopi, Warga Desa Carangwulung Jombang Punya Ritual Turun Temurun

”Jadi kebanyakan pelanggan yang pesan durian ke saya, selalu tanya apa ada durian sunrise,’’ lontar Heri.

Dijelaskan, durian sunrise khas Dusun Pucangrejo hanya ada beberapa pohon saja.

Meski bentuknya mungil, keunggulan durian ini adalah memiliki daging tebal dan biji cenderung kecil.

”Dagingnya lengket, pulen, dan rasa pahitnya rendah. Namun, soal tingkat kemanisan cukup tinggi. Kisaran 80 persen dibandingkan durian lokal pada umumnya,” jelas dia.

Menurutnya, perbedaan warna, rasa, dan tekstur dagingnya disebabkan kondisi geografis daerah masing-masing.

Baca Juga:  Prioritaskan Kesehatan Warga, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging Maksimalkan Pelayanan Posyandu

Dengan ketinggian 500-600 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat Wonosalam menghasilkan durian dengan rasa yang khas.

”Rasa durian di Pucangrejo tentu berbeda dengan desa-desa lainnya,” papar dia.

Harga durian ini cukup terjangkau sesuai ukurannya.

Misalnya, untuk ukuran mungil harganya mulai Rp 25 rb – Rp 50 ribu.

”Jadi harga masih terjangkau, karena ukurannya mungil. Tapi, kalau cari yang besar harus inden dulu,’’ pungkasnya. (ang/naz/ang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *