Desakita.co – Kegiatan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat di Jombang diproyeksikan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang. Saat ini, gedung SKB Mojoagung yang akan digunakan tempat belajar mengajar sementara siswa Sekolah Rakyat tengah direhab. Sementara itu, kegiatan pembelajaran siswa PAUD dan pendidikan kesetaraan yang selama ini menempati kompleks SKB Mojoagung sementara dipindahkan.
Pantauan di lokasi, Rabu (28/5) siang, sedikitnya ada empat titik bangunan yang berada di kompleks SKB Mojoagung kini tengah direhab. Bangunan tersebut nantinya akan difungsikan untuk kelas, asrama dan bangunan pendukung kegiatan Sekolah Rakyat lainnya. ”Ada 4 lokal yang direhab 4. Ada yang untuk kelas, ada yang untuk asrama, karena kan sistemnya boarding school nanti,” terang Kepala SKB Mojoagung Thohari kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (29/5).
Baca Juga: Upaya Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Gelar Pelatihan Content Kreator di Desa Kromong Jombang
Dijelaskan, selama ini dikompleks tersebut ditempati kegiatan pembelajaran anak PAUD dan pendidikan kesetaraan. Setelah diputuskan akan digunakan untuk gedung Sekolah Rakyat, dan dilakukan rehab, untuk sementara kegiatan pembelajaran PAUD dan pendidikan kesetaraan dipindahkan ke lokasi lain. ”Untuk PAUD sementara pindah ke eks kantor Wilker Mojoagung. Sementara siswa pendidikan kesetaraan sementara dipindahkan ke eks gedung sekolah dasar di Desa Kademangan,” terangnya.
Nantinya setelah pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang direncanakan di bangun di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang selesai dibangun, kegiatan PAUD dan pendidikan kesetaraan bisa kembali lagi menempati gedung SKB Mojoagung. ”Ya, pindahnya sementara saja, jadi menguntungkan juga, karena bangunan kami juga sudah butuh perbaikan dan ini membantu nantinya,” pungkasnya.
Sementara itu, papan nama proyek diketahui, kegiatan dengan nama Pekerjaan Sekolah Rakyat tahap I milik Kementerian PU Dirjen Prasarana Strategis dikerjakan NINDYA-ADHI KSO dan konsultan pengawas Yodya-Virama KSO. Adapun nilai kontrak tertera sebesar Rp 322.399.800.000 dari APBN 2025 untuk 65 titik lokasi di 24 provinsi. Kontrak mulai 10 Mei 2025 dengan waktu pelaksanaan selama 60 hari kerja.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemkab terus memantapkan persiapan Sekolah Rakyat. Saat ini pemkab tengah fokus melakukan seleksi calon siswa Sekolah Rakyat dan rekrutmen guru dan tenaga kependidikan lainnya. Kegiatan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat di Jombang diproyeksikan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang. Tahap awal, pemkab hanya membuka dua rombongan belajar. Masing-masing 50 siswa jenjang SMP dan 50 siswa jenjang SMA. ”Untuk SD belum. Untuk yang SMP dan SMA insya Allah sudah cukup. Terakhir kita rekrut ada 53 untuk SMP dan 52 untuk SMA,’’ papar dia usai mengikuti paripurna di gedung DPRD Jombang (28/5).
Baca Juga: Intip Profil Sunarsih Atlet Softball Nasional yang Kini Jadi Guru di SMPN Sumobito Jombang
Menurut dia, pemkab memberlakukan seleksi ketat untuk rekrutmen siswa Sekolah Rakyat. Termasuk akan melakukan verifikasi faktual dengan cara turun langsung ke rumah siswa. ”Kita ingin memastikan bahwa yang kita rekrut benar benar tidak mampu agar program ini tepat sasaran,’’ jelas dia.
Sejalan dengan itu, pemkab juga melakukan rekrutmen tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya yang akan ditugaskan di Sekolah Rakyat. ”Rekrutmen guru sudah berjalan, jadi sesuai permintaan dari kementerian untuk diambilkan dari ASN, kalau tidak mencukupi akan diambilkan dari pusat,’’ tandasnya. Sementara itu, pemerintah juga merenovasi gedung SKB Mojoagung yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran sementara siswa Sekolah Rakyat. (riz/naz)






