Desakita.co – Balai Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, selama lima bulan terakhir menjadi tempat belajar sekaligus refleksi diri bagi remaja Karang Taruna dan Forum Anak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kelompok 92 Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang mengusung tema Pendampingan Transformasi Literasi Edu-Psychology.
Program berlangsung sejak 2 Januari hingga 31 Mei 2025.
Kegiatan ini dikoordinatori oleh Ahmad Rizqi Nugraha dan dibimbing langsung oleh Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd.
Rizqi menjelaskan, program ini ditujukan untuk membantu remaja mengenal diri, mengendalikan emosi, serta meningkatkan rasa percaya diri agar mampu berkontribusi di lingkungannya.
“Banyak dari mereka yang awalnya ragu dengan kemampuannya sendiri. Ada yang bingung dengan tujuan hidupnya, dan ada yang takut menghadapi masa depan.
Kami ingin memberi bekal agar mereka bisa lebih tenang, percaya diri, dan siap mengambil peran,” ujarnya.
Baca Juga: Keren! Mahasiswa UMM Bantu ODGJ di Jombang Dapat Akses Edukasi dan Kesehatan Mental Lewat KKN-PMM
Sebelum pelatihan dimulai, kelompok 92 PMM UMM melakukan pre-test untuk mengetahui kondisi awal peserta.
Hasilnya, 76,9 persen peserta mengaku tidak tahu tujuan hidup setelah lulus sekolah, 73,1 persen tidak puas dengan pencapaiannya saat ini
76,9 persen merasa tidak yakin bisa meraih tujuan hidup, serta 76,9 persen sering merasa kesepian meski berada di tengah orang lain.
Setelah pendampingan yang berfokus pada self-awareness, self-acceptance, self-esteem, dan manajemen waktu, terjadi perkembangan signifikan.
Sebanyak 57,1 persen peserta menyatakan sangat mampu menerima diri apa adanya, 71,4 persen aktif mengubah pola pikir menjadi lebih positif, 85,7 persen tetap percaya diri meskipun mendapat kritik, dan 100 persen peserta mampu menerapkan teknik manajemen waktu efektif, termasuk Metode Pomodoro.
Kegiatan disusun dengan metode interaktif, seperti diskusi kelompok, role play, serta teknik relaksasi Butterfly Hug dan Sugar Cube.
Program berjalan lancar berkat dukungan pemerintah desa dan Karang Taruna, meski sempat menghadapi kendala cuaca dan jadwal peserta yang padat.
Program ditutup dengan presentasi hasil dan dokumentasi di Balai Desa Beji.
Dr. Atok Miftachul Hudha menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan proses jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda.
“Edu-Psychology ini bukan sekadar pelatihan, tapi proses panjang. Kalau dipupuk terus, generasi muda Desa Beji akan jadi generasi yang tangguh, percaya diri, dan punya kepedulian sosial tinggi,” pungkasnya. (ang)










