Potensi

Ada Sejak 1991, Budi Daya Bebek Peking di Desa Rejosopinggir Jombang Makin Eksis, Pengiriman Tembus Jakarta

×

Ada Sejak 1991, Budi Daya Bebek Peking di Desa Rejosopinggir Jombang Makin Eksis, Pengiriman Tembus Jakarta

Sebarkan artikel ini
HARUS TELATEN: Mujiono, 52 pembudi daya minthi alias anakan bebek dari Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang merawat anakan bebek kemarin.

Desakita.co – Budi daya minthi alias anak bebek di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang makin diminati masyarakat.

Berawal dari satu warga, kini merambah ke warga lainnya.

Salah satunya ditekuni Mujiono, 52 yang kini berhasil mengirim anakan bebek hingga Jakarta.

”Kunci utama budi daya anakan bebek itu harus telaten. Meski aktivitasnya mudah, tapi harus teliti,’’ ujar dia.

Dijelaskan, proses penetasan diawali dengan pemilihan telur yang dihasilkan indukan. Proses pemilihan harus teliti, sebab bagus tidaknya hasil penetasan tergantung dari proses pemilihan ini.

Baca Juga:  Lahirkan Beragam Inovasi Layanan Berbasis Digital, RSUD Jombang Jadi Jujukan Studi Banding

”Kita teropong, kita cermati satu persatu. Kalau ada embrionya kita ambil untuk di tetaskan, kalau kosong tidak kita ambil,’’ tambahnya.

Telur yang memiliki embrio selanjutnya dibawa ke proses penetasan dengan mesin penetas selama kurang lebih 28 hari.

Namun selama itu, pembudi daya juga harus memperhatikan setiap berkala, misalnya membolak balikan telur, hingga memperhatikan suhu ruangan.

”Intinya tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena berpengaruh pada hasil penetasan,’’ jelas dia.

Pada umumnya, telur akan menetas setelah hari ke-28. Setelah itu, day old duck (DOD) alias anakan bebek bisa dipindahkan ke sebuah kotak kayu untuk proses pembesaran.

Baca Juga:  Inspiratif! Wanita Hebat Asal Beberapa Desa di Jombang Ini Banting Tulang Bantu Perekonomian Keluarga

”Kalau ada pesanan tinggal kita kemas di box karton,’’ jelas dia.

Harga anakan bebek jenis peking yang dibudi dayakan Mujiono Rp 6.000 per ekor.

Namun, Mujiono biasa menjual per box isi 102 ekor dengan harga Rp 600.000.

”Saat ini harga meri ini cenderung menurun. Kalau harga pasar bagus biasanya tembus Rp 9.000 per ekor,’’ jelas dia.

Untuk pemasaran, Mujiono sendiri sudah memiliki pelanggan tetap mulai daerah Jombang, Gresik, Semarang hingga Jakarta. Bahkan, seiring berjalannya waktu, budi daya anakan bebek juga makin diminati warga setempat.

Baca Juga:  Menelusuri Situs Goa Made di Desa Made, Kudu Jombang (2): Bisa Dimasuki Manusia, Diduga Tempat Persembunyian Saat Perang

Saat ini, sedikitnya ada 10-an warga setempat yang budi daya anak bebek. ”Sekarang semakin berkembang,’’ jelas dia.

Budi daya anakan bebek peking yang digeluti Mujiono sejak 1991 tersebut, dikhususnya untuk jenis pedaging.

Bebek siap dikonsumsi setelah dipelihara mulai 1,5 bulan – 2 bulan . ”Ya memang ini jenis bebek pedaging, bukan petelur,’’ pungkasnya. (ang/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *