Desakita.co – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungturi, Kecamatan Gudo. Terbaru, mereka bersinergi dengan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang dalam membentuk Brigade Pangan yang beranggotakan petani muda atau petani milenial.
Brigade Pangan adalah salah satu program unggulan Kementerian Pertanian (Kementan). Bentuknya berupa kelembagaan usaha pertanian yang bertujuan menjadi wadah bagi petani muda untuk bersinergi dalam pengelolaan usaha tani.
Kepala Desa Kedungturi Sugito mengatakan dengan adanya kelembagaan petani milenial, diharapkan dapat menjadi instrumen strategis dalam mendorong keberhasilan program Swasembada Pangan. ”Brigade Pangan menjadi sebuah gerakan kolaboratif yang menghidupkan kembali lahan-lahan tidur dan menumbuhkan semangat gotong royong sebagai pilar ketahanan nasional,” tuturnya.
Untuk menjalankan program tersebut, Pemdes Kedungturi melalui BUMDes Jaya Mulya Desa Kedungturi bermitra langsung dengan para petani. ”Alokasi program ketahan pangan dari anggaran Dana Desa (DD) tahun ini telah kami mitrakan dengan petani penggarap sawah terkait modal awal olah tanah, bibit dan lainnya hingga panen,” terang Sugito.
Seluruh pendanaan kegiatan melalui mekanisme sistem pengembalian modal saat panen. Namun, sistem tersebut belum berjalan maksimal karena luasnya lahan pertanian di wilayah Desa Kedungturi. ”Luasan lahan pangan di wilayah pertanian desa kami memiliki luas total sekitar 147 hektare dengan 120 hektare digunakan untuk tanam padi dan jagung, sedangkan untuk saat ini anggaran kami hanya dapat mencakup hanya sejumlah 14 hektare saja,” terangnya.
Harapannya, program ini bisa menggenjot produktivitas pertanian. ”Kami berharap kolaborasi dalam menjalankan program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern, dengan tujuan utama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mewujudkan swasembada pangan dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian,” pungkas Sugito. (dwi/naz)












