Potensi

Desa Kedawong, Kecamatan Diwek Jombang Kembangkan Sentra Industri Tape Ketan Hijau

×

Desa Kedawong, Kecamatan Diwek Jombang Kembangkan Sentra Industri Tape Ketan Hijau

Sebarkan artikel ini
IKON DESA: Kaur Kesra Kedawong Adam Shofiyullah (paling kiri) mendampingi proses pembuatan tape ketan hijau milik Siti Salamah.

Desakita.co – Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, kian dikenal sebagai kampung tape ketan hijau. Hampir setiap dusun di desa ini memiliki produsen tape ketan dengan cita rasa khas yang diwariskan turun-temurun. Bahkan sejak 22 September 2020 Pemkab Jombang telah menetapkan Kedawong sebagai sentra industri tape ketan hijau.

”Kita berharap tape ketan hijau sebagai ikon kuliner sekaligus penggerak ekonomi warga,” terang Kepala Desa Kedawong Anton Kaharuddin.

Baca Juga:  Populasi Sapi di Jombang Capai 62 Ribu Ekor, Ini Langkah Dinas Peternakan Jelang Nataru

Anton menerangkan, pemerintah desa berkomitmen terus menjaga pelaku UMKM ketan hijau agar terus berkembang. Salah satunya dengan kegiatan pelatihan dan promosi produk. ”Kita juga melakukan pendampingan melalui berbagai pelatihan serta promosi produk di berbagai kegiatan,” bebernya.

Baca Juga:  Ada Pawai Budaya, Sedekah Bumi Desa Dukuhklopo Jombang Upaya Nguri-uri Budaya Leluhur

Salah satu yang membanggakan, produk tape ketan hijau Kedawong bahkan sukses menembus pasar ritel modern di Jombang dan sekitarnya. ”Kita juga mendorong pemanfaatan media sosial dan promosi mandiri. Sekarang permintaan produk ketan hijau juga banyak dari luar daerah bahkan luar Jawa,” bebernya.

Tape ketan hijau khas Kedawong pun semakin lekat sebagai suguhan wajib dalam berbagai acara. Rasa manis, tekstur lembut, dan tanpa bahan pengawet membuatnya cocok sebagai camilan maupun buah tangan khas Jombang.  Jelang Lebaran permintaan laris manis. ”Kami terus berupaya melakukan inovasi dan terobosan baru agar produk lokal ini bisa semakin optimal mendongkrak perekonomian masyarakat,” tegas Anton. (dwi/naz)

Baca Juga:  Cerita Warga Desa Tengaran Jombang Budi Daya Ikan Patin: Awalnya Coba-coba, Kini Pemasaran Tembus Pasar Modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *