JOMBANG – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digeber di wilayah Kecamatan Kesamben. Salah satunya melalui sosialisasi Program Brigade Pangan yang melibatkan sejumlah kelompok tani (poktan) di Kecamatan Kesamben untuk mengoptimalkan alat dan lahan pertanian. Kegiatan tersebut digelar di Dusun Kedunggayam, Desa Kedungmlati, Kamis siang (30/4).
”Alhamdulillah, Desa Kedungmlati dipercaya mengelola program Optimalisasi Lahan Pertanian (Oplah) terluas di Kecamatan Kesamben dengan luas mencapai 171 hektar,” terang Kepala Desa Kedungmlati Mariyati.
Mariyati menerangkan, sosialisasi berlangsung di rumah salah satu anggota Gapoktan Brigade Pangan Tani Nexs Kedungmlati dan diikuti sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kesamben, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta perwakilan poktan dari Desa Kedungmlati, Desa Pojokrejo, dan Desa Jombok. Kegiatan juga mendapat pengawalan aparat keamanan dan pendamping desa, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Sosialisasi difokuskan pada pemahaman pentingnya ketahanan pangan sekaligus optimalisasi bantuan alat berat pertanian yang diberikan pemerintah.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani serta mendongkrak hasil produksi. Program Brigade Pangan menjadi langkah strategis dalam mendukung produktivitas pertanian di tingkat desa.
”Program ini memastikan bahwa para petani mendapatkan dukungan maksimal, baik dari segi sarana maupun prasarana, serta optimalisasi bantuan alat berat pertanian yang disalurkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja serta hasil panen,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan secara rinci jenis bantuan alat berat, mekanisme penggunaan, serta sistem pengelolaan bersama oleh poktan agar manfaatnya berkelanjutan.
Selain itu, peserta mendapat edukasi pentingnya kolaborasi antarpetani dalam menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. ”Kami berharap program ini mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kemandirian pangan di tingkat desa, serta mampu memberikan dampak jangka panjang dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Jombang,” pungkas Mariyati. (dwi/naz)












