Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang terus berinovasi dalam menyuskseskan program-program pembangunan di desa.
Salah satunya sukses memberdayakan masyarakat melalui budi daya melon hidroponik.
”Upaya budi daya melon hidroponik ini sudah dilakukan di Desa Mojotrisno.
Tujuannya memperkuat ketahanan pangan yang juga prioritas pemanfaatan dana desa,” terang Nanang Sugiarto, kepala Desa Mojotrisno.
Nanang menjelaskan, kegiatan budi daya melon hidroponik memanfaatkan tanah kas desa seluas 600 meter persegi.
Sesuai dengan namanya, tanaman melon ini diletakkan di sebuah greenhouse khusus.
”Kami menggunakan jenis melon berkualitas dengan lahan 10 x 60 meter, di luas lahan itu, ada 1.500 polybag yang ditanami melon,” terangnya.
Tak sekadar membuat program budi daya melon, Nanang juga mendatangkan ahli untuk merawat tanaman melon dengan sistem pertanian modern ini.
”Mulai pakai polybag, media tanamnya sabut kelapa, suplai air pakai mekanisme drip irigasi, jadi semuanya memang dilakukan pertanian modern,” tambahnya.
Desa Mojotrisno juga memiliki tiga dusun, yakni Dusun Ngemplak, Dusun Sanan dan Dusun Subontoro.
”Kebetulan untuk yang jadi lokasi greenhouse ini berada di Dusun Subontoro, namun dengan proses yang berlangsung, bukan tidak mungkin nbanti disebar di dusun lain,” lontarnya.
Dimulai sejak Desember 2023 lalu, Nanang juga menyebut melon hidroponik yang dikembangkan Pemdes Mojotrisno itu sudah berhasil dan berbuah.
Hasilnya pun disebutnya cukup menggembirakan.
”Di panen pertama kemarin sudah lumayan, bisa hasil 70 persen, meskipun masih ada yang harus dievaluasi, seperti penggunaan sumber mata airnya,” tambahnya.
Diharapkannya, program ini bisa terus berkembang dan melibatkan masyarakat yang lebih banyak.
”Tentu harapannya bisa berdampak luas, masyarakat bisa terus lebih banyak yang ambil bagian dan ujungnya kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan yang meningkat,” pungkasnya. (riz/naz/ang)












