Pemerintahan

Jaga Kualitas Air Buangan, Cara PG Djombang Baru Kelola Limbah Secara Optimal

×

Jaga Kualitas Air Buangan, Cara PG Djombang Baru Kelola Limbah Secara Optimal

Sebarkan artikel ini
petugas mengatur pendinginan air-di Spray Pond PG Djombang Baru

Desakita.co – PT Sinergi Gula Nasional PG Djombang Baru terus berupaya mengelola limbah dengan optimal.

Selain terus menjaga kualitas air buangan, PG Djombang Baru juga terus berupaya meredam gangguan kepada masyarakat sebagai dampak produksi.

General Manager PT SGN PG Djombang Baru, Adi Solech Wicaksono, menjelaskan, pengelolaan limbah di PG Djombang baru sudah dilakukan dengan sangat optimal.

’’Baik limbah yang bentuknya limbah cair, maupun dampak debu dan abu, sudah direduksi semaksimal dan optimal mungkin,’’ terangnya melalui Manager Pengolahan, Mokhamad Saifudin.

Baca Juga:  Kreatif, Sarung Tenun Buatan Warga Desa Plumbongambang Jombang Tembus Mancanegara Jelang Lebaran

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sekolah Era Kolonial Belanda di Jombang: Ada ELS hingga Normaalschool Djombang

Selama ini PG Djombang Baru memanfaatkan air dari saluran Gude Ploso untuk penunjang kebutuhan saat pabrik gula sedang proses giling.

’’Air ini hanya digunakan untuk pendinginan mesin saja. Jadi masuk untuk pendinginan, kita gunakan dan kita proses lagi di dalam,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Realisasikan Pembangunan Gapura Desa dari DD, Pemdes Keplaksari Jombang Wujudkan Aspirasi Masyarakat

Air itu kemudian diproses melalui mesin spray pond  dan cooling tower untuk mendinginkan suhu air sebelum dikeluarkan kembali.

’’Air itu sebagian akan digunakan kembali dan sisanya dikeluarkan. Saat keluar suhunya sudah di bawah 35 derajat,’’ terangnya.

PG Djombang Baru juga bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan penggelontoran air di saluran Gude Ploso.

Baca Juga: Desa Ini Dipercaya Miliki Kaitan dengan Pakaian Jombang Deles Khas Jombang, Pemdes Lakukan Penelusuran Sejarah

Baca Juga:  Ini Cara Jitu Bidang Gakkum DLH Jombang Atasi Limbah B3

’’Jumlahnya terus ditambah, yang dulu dua minggu sekali, sekarang diupayakan bisa dua minggu tiga kali gelontoran air,’’ urainya.

Dengan gelontoran air yang makin besar, pihaknya berharap dampak bau dan sampah yang ikut masuk di Saluran Gude Ploso bisa teredam hingga dampak bau di saluran bisa terus dikurangi.

’’Kami juga menyediakan empat tenaga khusus yang akan membersihkan sampah jika nanti ada tumpukan di dua bendung yang ada,’’ bebernya. (riz/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *