Desakita.co – PT Sinergi Gula Nasional PG Djombang Baru terus berupaya mengelola limbah dengan optimal.
Selain terus menjaga kualitas air buangan, PG Djombang Baru juga terus berupaya meredam gangguan kepada masyarakat sebagai dampak produksi.
General Manager PT SGN PG Djombang Baru, Adi Solech Wicaksono, menjelaskan, pengelolaan limbah di PG Djombang baru sudah dilakukan dengan sangat optimal.
’’Baik limbah yang bentuknya limbah cair, maupun dampak debu dan abu, sudah direduksi semaksimal dan optimal mungkin,’’ terangnya melalui Manager Pengolahan, Mokhamad Saifudin.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sekolah Era Kolonial Belanda di Jombang: Ada ELS hingga Normaalschool Djombang
Selama ini PG Djombang Baru memanfaatkan air dari saluran Gude Ploso untuk penunjang kebutuhan saat pabrik gula sedang proses giling.
’’Air ini hanya digunakan untuk pendinginan mesin saja. Jadi masuk untuk pendinginan, kita gunakan dan kita proses lagi di dalam,’’ ungkapnya.
Air itu kemudian diproses melalui mesin spray pond dan cooling tower untuk mendinginkan suhu air sebelum dikeluarkan kembali.
’’Air itu sebagian akan digunakan kembali dan sisanya dikeluarkan. Saat keluar suhunya sudah di bawah 35 derajat,’’ terangnya.
PG Djombang Baru juga bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan penggelontoran air di saluran Gude Ploso.
’’Jumlahnya terus ditambah, yang dulu dua minggu sekali, sekarang diupayakan bisa dua minggu tiga kali gelontoran air,’’ urainya.
Dengan gelontoran air yang makin besar, pihaknya berharap dampak bau dan sampah yang ikut masuk di Saluran Gude Ploso bisa teredam hingga dampak bau di saluran bisa terus dikurangi.
’’Kami juga menyediakan empat tenaga khusus yang akan membersihkan sampah jika nanti ada tumpukan di dua bendung yang ada,’’ bebernya. (riz/jif)












