Desakita.co – PT SGN PG Djombang Baru juga terus berupaya menekan dampak dari limbah abu dan limbah debu yang dihasilkan.
Sejumlah alat baru didatangkan manajemen untuk mengefektifkan pengelolaan limbah.
’’Untuk dua limbah itu, kami sudah menginvestasikan pembelian alat,’’ kata GM PT SGN PG Djombang Baru, Edi Solech Wicaksono, melalui Manager Pengolahan, Mokhamad Saifudin.
Alat yang dimaksud, pengadaan sejumlah waring dan dust collector untuk mengurangi dampak debu yang muncul dari proses produksi.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sekolah Era Kolonial Belanda di Jombang: Ada ELS hingga Normaalschool Djombang
’’Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi munculnya dampak ini, namun memang belum sempurna,’’ ungkapnya.
PG Djombang Baru juga bertanggungjawab untuk penglelolaan dampak debu dan abu. Salah satunya, yang dilakukan perusahaan pada musala dan rumah ibadah terdekat dengan pabrik.
’’Ada memang salah satu musala di Perum GI Desa Jombang yang terdampak, dan itu kita bersihkan rutin setiap sebelum Duhur dan Asar,’’ ucapnya.
Bahkan, PG Djombang Baru juga akan memberikan layanan tambahan berupa pembersihan di pagi hari, sebelum salat Subuh dilaksanakan.
’’Ini tadi kita kordinasi sama takmir, kami akan memberi honor untuk membersihkan yang debu dampak sebelum salat Subuh. Sehingga diharapkan seluruh warga tetap nyaman,’’ urainya. (riz/jif)












