Desakita.co – Warga yang tinggal di lereng Gunung Anjasmoro cukup kreatif memanfaatkan peluang.
Salah satunya, ditekuni Hendri, 40, warga Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam yang sejak 2019 memanfaatkan energi alternatif pengganti elpiji dari biogas.
Hendri menceritakan, dirinya bersama beberapa keluarga lainnya memanfaatkan pengolahan biogas sejak 2019 saat ada program pemberdayaan dari Dinas Peternakan Kabupaten Jombang.
”Kita tertarik untuk mengolah kotoran sapi untuk dijadikan bahan bermanfaat yang bisa digunakan sehari-hari.
Kita dibimbing dan dibantu dinas untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas pengganti elpiji,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Baca Juga: Mencicipi Durian Upit Khas Desa Wonomerto Wonosalam Jombang, Bentuknya Mungil Tapi Rasanya Mantap
Ia mengaku, usai mengikuti program itu ia mendapat beberapa alat pendukung. Di antaranya, pipa dan bak penampungan kotoran sapi.
Alat itulah yang dijadikan untuk mengubah kotoran sapi menjadi biogas.
”Awalnya saya mencoba dulu, pasti kalau pertama kali itu agak sulit. Tapi lama-lama bisa juga.
Percobaan pertama itu sering gagal, tapi terus saya coba. Kurang lebih satu sampai dua bulan itu saya coba baru ada hasilnya,” tambahnya.
Dijelaskan, proses pengolahan kotoran sapi dilakukan secara sederhana. Dimulai dengan pembersihan kotoran sapi di kandang. Kotoran itu kemudian bak penampungan khusus.
Proses selanjutnya mencampur dengan air agar kotoran tersebut lebih encer.
Baca Juga: Harga Jual Bersaing, Warga Desa Wonosalam Jombang Tertarik Budi Daya Cacing Tanah, Ini Jenisnya
Bagi orang biasa, mungkin kebiasaan tersebut butuh mental ekstra.
Menyusul, bau dari kotoran cukup menyengat.
Namun bagi Hendri, ia sudah terbiasa.
”Prosesnya diaduk, ditambah air dulu terus diaduk sampai kotoran sapi dengan air itu tercampur rata,’’ tambahnya.
Setelah tercampur rata dan berwarna kecoklatan, selanjutnya adalah menyalurkan kotoran sapi ke alat penampungan yang terbuat dari beton yang terletak di bawah tanah.
”Kalau sudah di dalam penampungan, baru diendapkan dan tempat penampungan di tutup,” terangnya.
Setelah kotoran sapi masuk, maka akan terjadi proses pembuatan gas di dalam bak. Asalkan, tepat penampungan dalam posisi tertutup rapat, gas tersebut yang nantinya digunakan sebagai bahan bakar biogas.
”Dari alat penampungan tersebut akan tersalurkan melalui saluran pipa yang langsung mengarah pada kompor yang ada di dapur,” pungkasnya. (ang/naz)












