DesaKita.co – Prestasi membanggakan ditorehkan siswi MAN 7 Jombang di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang.
Dahliatus Salsabillah, siswi kelas 12 baru saja mengharumkan nama madrasah dan daerah setelah berhasil meraih juara dua Lomba Baca Puisi Nasional 2025 yang digelar UIN Sunan Ampel Surabaya 22 Agustus.
Dahlia, sapaan akrabnya, tampil memukau saat membacakan puisi legendaris Sajak Sebatang Lisong, karya WS Rendra di hadapan dewan juri dan peserta dari seluruh Indonesia.
”Saya hanya ingin memberikan yang terbaik. Kuncinya niat sungguh-sungguh, latihan rutin, dan selalu minta doa restu orang tua serta guru. Tak kalah penting, saya selalu berdoa agar mendapat ridho Allah,” ujar Dahlia.
Baca Juga: Desa Bangun, Kecamatan Pungging Perkuat Ketahanan Pangan dengan Peternakan Ayam Potong
Dahlia lahir di Desa Ngampel, Kecamatan Ngusikan pada 18 Maret 2008. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, putri pasangan Asenan dan Apit Rotin Maskanah.
Semangat belajarnya sudah tampak sejak ia duduk di bangku MI Sunan Giri, Desa Ngampel, tempat ia menamatkan pendidikan dasar pada 2020 lalu.
Setelah itu, melanjutkan ke MTs Ismailiyah Mojodanu dan kini menimba ilmu di MAN 7 Jombang.
Dunia seni, khususnya seni suara dan sastra, sudah lekat dalam kesehariannya. Hobi menyanyi menjadi jembatan awal bagi Dahlia untuk menjajal panggung.
Kini ketertarikannya pada seni tarik suara dan sastra mengantarkannya meraih prestasi di kancang nasional.
Sebelum menembus level nasional, Dahlia sudah lebih dulu mencatatkan sejumlah prestasi.
Baca Juga: Usung Misi Visioner, Cak Munir Resmi Daftar Calon Ketua Umum PWI Pusat
Ia pernah menyabet juara satu baca puisi FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) tingkat Kabupaten Jombang, juara dua pidato tingkat kecamatan hingga akhirnya juara dua nasional.
Prestasi diraih dengan bimbingan dua guru hebat, Muhammad Luth Zakky MPd dan Yus Cahyo SPd. Persiapan Dahlia untuk setiap lomba tidak bisa dianggap sepele. Ia menyusun strategi sejak jauh hari.
”Biasanya saya hafalkan materi minimal seminggu sebelum tampil,” tutur Dahlia.
Dia juga rajin latihan, mencari referensi bacaan, dan yang paling penting melatih mental. ”Supaya tidak grogi di panggung,” tutur siswa yang bercita-cita menjadi guru ini.
Menang bukan semata soal bakat, tapi juga kerja keras dan keberanian untuk mencoba.
”Disiplin latihan itu penting. Harus percaya diri, jangan takut salah. Menang itu membahagiakan, tapi pengalaman tampil dan belajar itu jauh lebih berharga,” tutur Dahlia.
Dahlia berharap bisa terus mengembangkan bakatnya di dunia seni, khususnya puisi.
”Saya ingin buktikan anak desa juga bisa berprestasi. Asal punya kemauan dan tekun, tidak ada yang tidak mungkin,” kata Dahlia. (fid/naz)











