Desakita.co – Sepanjang tahun 2024, tentu sudah banyak program digulirkan Pemerintah Desa (Pemdes) Bangun, Kecamatan Pungging. Khususnya untuk bidang layanan pemerintahan, sosial, pemberdayaan, dan pembangunaninfrastruktur. Di antara yang sedang dikembangkan saat ini adalah peternakan ayam potong.
Dirintis tahun lalu, desa dengan tiga dusun ini telah sukses membuka usaha peternakan ayam potong sebagai program ketahanan pangan. ’’Baru jalan tahun kemarin. Usaha ternak ayam potong ini bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat,’’ kata Kepala Desa Bangun Dedik Ishariyanto kemarin.
Kandang ayam potong didesain modern. Dilengkapi dengan blower atau alat pengatur suhu. Dedik menuturkan, pembuatan kandang ayam tersebut dikelola langsung oleh kelompok masyarakat (pokmas). Sehingga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi dengan beternak ayam potong. ’’Alhamdulillah, bibit ayam potong ini bisa dipanen dan dibagikan ke seluruh masyarakat desa,’’ bebernya.
Bantuan dari program ketahanan pangan yang diberikan ini berupa bibit ayam dan pakan ternak untuk alokasi sekitar selama 25 hari. Hasilnya dibagikan secara merata kepada masyarakat berdasarkan jumlah kepala keluarga (KK). ”Dari jumlah dana desa yang nanti dialokasikan untuk ketahanan pangan hewani ini dibagi secara rata,” imbuhnya.
Selain itu, ternak ayam potong ini juga dipasarkan melalui agen. Hasil penjualan lantas dimasukkan ke pendapatan asli desa (PADes). ’’Ini masih terus kita kembangkan, dengan memanfaatkan warga sekitar juga untuk mengelola peternakannya,’’ ulas Dedik.
Meski baru berjalan setahun, program ketahanan pangan di Desa Bangun ini dapat dikatakan berhasil. Sebab, berhasil membawa program yang berkelanjutan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk menekan krisis pangan lokal.
’’Dengan kerja sama dan usaha keras dari seluruh masyarakat desa, program berkelanjutan dapat berdampak sangat positif bagi masyarakat desa itu sendiri. Sebagai harapan, program-program ketahanan pangan seperti ini bisa diikuti desa-desa lain,’’ pungkasnya. (oce/ris)












