LifestylePemerintahanPotensiUncategorized

Desa Pungging, Kecamatan Pungging Berdayakan Ibu-ibu PKK Produksi Batik Ecoprint

×

Desa Pungging, Kecamatan Pungging Berdayakan Ibu-ibu PKK Produksi Batik Ecoprint

Sebarkan artikel ini
UNIK: Kepala Desa Pungging Paiman dan Ketua PKK Desa Pungging Rissa Putrimasri sedang memakai baju batik ecoprint hasil karya PKK Desa Pungging

Desakita.co – Pemberdayaan perempuan di Desa Pungging ini terlihat nyata. Ibu-ibu PKK Desa Pungging ini fokus dan konsisten membuat karya dari bahan alam. Salah satu contohnya pembuatan batik ecoprint. ’’Iya benar. Kami sedang getol-getolnya untuk membuat batik dari bahan alam,’’ kata Rissa Putrimasri, Ketua PKK Desa Pungging.

Rissa mengatakan, pembuatan batik ecoprint ini fokus pelatihan pemberdayaan ibu-ibu PKK. ’’Pembuatan batik ecoprint ini nantinya diharapkan bisa menjadi andalan Desa Pungging untuk memajukan perekonomian,’’ tandasnya.

Menurutnya, ini merupakan tantangan besar bagi desanya. Karena, pembuatan batik jenis ini membutuhkan ketelatenan dan keuletan tersendiri. ’’Goal kami bukan hanya pelatihan saja. Namun, bagaimana pembuattan batik ecoprint ini sudah menjadi barang jadi dan siap dipasarkan,’’ ujar Rissa.

Baca Juga:  Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi Bentuk Wisata Gunung Sawah Suguhkan Beragam Permainan Anak

Proses pembuatan batik ecoprint, lanjut Rissa, terbilang panjang. Dimulai dengan penyiapan bahan, pemilihan kain, pemilihan tanaman atau daun yang akan dipakai untuk pembentukan motif batiknya. Hingga, pemrosesan pembatikan di kanvas kain yang tidak langsung bisa digunakan. ’’Harus menggunakan kain primis ff, kain harus direndam dahulu selama 3 hari dan pemilihan bahan daunnya harus banyak yang mengandung tanin yang tinggi,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Masjid Jami’ Khasan Al Munawi Desa Pucangsimo Jombang Dipercaya Dulu Dibangun Murid Pangeran Diponegoro

Kemudian, masih kata Rissa, daun yang digunakan yakni daun Jati, Jambu, Jarak Cina dan Kenikir plus bunga. ’’Proses motif pembatikan sesuai dengan apa yang dikehendaki para ibu-ibu PKK. Jadi, hasilnya akan sangat beragam dan hidup,’’ terang Rissa.

Pembuatan batik ini mememrlukan waktu yang lumayan panjang. ’’Pemrosesan batik ini dari pagi hingga sore. Setelah batik sudah mengering dilanjutkan dengan proses pemotongan dan penjahitan,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Cegah Risiko Bencana, PLN Gandeng Stakeholder Kabupaten Nganjuk

Untuk pelatihan ini pihaknya bekerja sama dengan salah satu desainer atau guru dari salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Mojokerto. ’’Pelatihan ini kami kerja bareng dengan Ibu Umi Nurhayati yang kebetulan beliau juga salah satu desainer yang ada di Mojokerto,’’ jelasnya.

Hingga saat ini kain ecoprint yang sudah jadi, sudah banyak yang beli. ’’Alhamdulilah sudah ada beberapa kain yang sudah terjual. Baik dari kalangan kelurahan, teman atau pembeli dari daerah lain,’’ pungkasnya. (dik/fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *