Desakita.co – Nama Abdul Halim Iskandar cukup populer di telinga masyarakat Jombang.
Putra daerah kebanggaan Jombang yang kini dipercaya menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) itu dikenal tegas di segala hal.
Wong asli Jombang yang akrab disapa Pak Halim atau Gus Halim ini ternyata punya hobi kuliner.
Saat pulang kampung, ia sering menyempatkan mampir ke warung legendaris seperti lodeh Mbok Semah dan Kikil Mojosongo kesukaan Gus Dur.
Baca Juga: Ikut Nyoblos di Desa Denanyar Jombang, Mendes PDTT Halim Iskandar Sempat Antre 2 Jam Bersama Warga
”Kalau pulang seperti ini, saya sempatkan mencicipi makanan favorit di Jombang,’’ ujar Abdul Halim Iskandar saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang di kantor DPC PKB Jombang.
Kakak Muhaimin Iskandar Ketua Umum DPP PKB ini lantas menyebut, sejumlah makanan favoritnya Kikil Bu Tandur di Mojosongo yang notabene langganan almarhum Gus Dur waktu masih menjadi Presiden RI.
Termasuk warung lodeh Mbok Semah di Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan yang melegenda sejak dulu.
”Tergantung pinginnya apa, kalau ingin lodeh ya ke lodeh Mbok Semah, kalau ingin bali ke Bali Tersenyum Kepatihan, kalau Soto kadang Soto Panengel atau soto Pasar Legi. Atau kalau Sate ya ke Pak Slamet,’’ ungkapnya sembari tertawa.
Halim dipercaya menjadi Mendes PDTT sejak 23 Oktober 2019 lalu. Sejak itu, aktivitasnya cenderung lebih banyak di ibukota.
Dari catatan wartawan koran ini, Abdul Halim Iskandar lahir di Jombang, 14 Juli 1962 dari pasangan KH Muhammad Iskandar dan Nyai Hj Muhassonah Hasbullah.
Ia merupakan cicit dari KH Bisri Syansuri tokoh pendiri NU sekaligus pendiri Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Ia menikah dengan Lilik Umi Nashiah dan dikaruniai tiga anak.
Halim kecil mengawali pendidikanya di lingkungan pesantren, MI Mambaul Maarif Denanyar. Kemudian melanjutkan ke MTs Mambaul Maarif, MA Mambaul Maarif dan kemudian menempuh pendidikan sarjana di IKIP Yogyakarta jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan 1987.
Setelah itu, ia menuntaskan program pascasarjana di IKIP Malang mengambil Manajemen Pendidikan lulus 1992.
Baru-baru ini, Gus Halim baru mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta.
Selain pendidikan formal, ia tercatat menjadi santri di Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar 1968 hingga 1980.
Ia sudah aktif di organisasi pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pengurus cabang NU Jombang.
Ketua Tanfidziyah DPC PKB Jombang 1999-2011, Ketua DPW PKB Jawa Timur 2011-2022.
Ketua DPP PKB, Dewan Penasehat IKA PMII Jatim, A’wan PWNU Jatim, serta Ketua Umum Dewan pertimbangan Universitas Negeri Yogyakarta.
Sebelumnya, Halim pernah mengabdikan diri menjadi guru. Mulai guru BP MAN Mambaul Maarif, Kepala SMK Sultan Agung Jombang, Dekan Fakultas Tarbiyah Unhasy Tebuireng (1993-1997).
ketua Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Jombang, Ketua DPRD Jombang 1999-2009, Wakil Ketua DPRD Jatim 2009-2014, Ketua DPRD Jatim 2014-2019, Direktur Utama PT RSNU Jombang dan Mendes PDTT RI sampai sekarang.
Bapak tiga anak ini sangat sayang dan hormat kepada ibunya, Nyai Hj Muhasshonah Hasbullah.
Ia selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Jombang di Ponpes Mambaul Denanyar saat ada kegiatan atau kunjungan kerja di Jatim. ”Kalau ke Jombang ya silaturahmi dengan ibu, itu saya sempatkan,’’ pungkasnya. (ang)












