Pemerintahan

Dinas PUPR Jombang Luncurkan Mandor Jalan dan Tim Normalisasi Saluran, Percepatan Benahi Infrastruktur Kabupaten

×

Dinas PUPR Jombang Luncurkan Mandor Jalan dan Tim Normalisasi Saluran, Percepatan Benahi Infrastruktur Kabupaten

Sebarkan artikel ini
TUNTAS: Tim Normalisasi Saluran Dinas PUPR Jombang menyelesaikan normalisasi Afvoer Brawijaya di Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Desakita.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang sukses mendukung implementasi 100 hari kerja Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid. Di antaranya, meluncurkan tim Mandor Jalan dan tim Normalisasi Saluran, di RTH Taman Kebonratu, Kamis (15/5).

’’Tim Mandor Jalan dibentuk untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan di wilayah Jombang, Ploso, Mojoagung dan Ngoro,’’ kata Bupati Warsubi.

Hingga saat ini, tim sudah menangani 124 ruas jalan kabupaten dengan total panjang mencapai 38,563 kilometer. ’’Serta sudah menyelesaikan dua proyek penting. Yaitu peningkatan ruas jalan Blimbing-Gudo dan Mojoagung-Mojoduwur. Proyek lainnya pun sedang berjalan dan menunjukkan progres menggembirakan,’’ imbuhnya.

Baca Juga: Kreatif, Warga Desa Wonosalam Jombang Olah Kotoran Cacing Jadi Pupuk Kompos Organik

Tim Normalisasi Saluran juga sudah melaksanakan kegiatan di 13 saluran dan sungai. Total panjang pekerjaan 26 kilometer. Tim ini sebagai upaya mengantisipasi banjir, memperlancar aliran air, serta mendukung pertanian masyarakat.

’’Perbaikan longsoran talud juga sudah selesai dikerjakan di tiga lokasi, akibat hujan deras,’’ ujar Warsubi.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, menjelaskan, pihaknya memiliki empat target dalam implementasi 100 hari kerja Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid. Masing-masing dua target di Bidang Bina Marga, dan dua target Bidang Sumber Daya Air (SDA).

Baca Juga:  Tindak Lanjuti Permintaan Pemdes, Dinas PUPR Jombang Normalisasi Embung Dusun Tunggul Desa Tunggorono

’’Untuk Bidang SDA rehabilitasi ruas Blimbing-Gudo, dan Mojoagung-Mojoduwur. Serta target pemeliharaan jalan sepanjang 44 kilometer. Alhamdulillah sampai hari ini sudah mencapai 38,563 kilometer,’’ kata Bayu.

Jumlah total ruas jalan kabupaten saat ini 499 ruas dengan panjang 1.213 kilometer. Kondisi saat ini 74 persen mantap, sisanya 26 persen belum mantap. ’’Abah Bupati (Warsubi) mengambil kebijakan karena posisi jalan kabupaten ini panjang dan ada jalan desa yang naik kelas. Sehingga perlu dan harus ditambah personel yang memperbaiki jalan,’’ tuturnya.

Semula, pada 2018 ada 195 ruas jalan kabupaten. Pada 2019 bertambah menjadi 499 ruas. ’’Sehingga dibentuk tim Mandor Jalan, harapannya menambah kekutan personel,’’ ujarnya.

Baca Juga: Layanai Permintaan Lokal, Segini Harga Pupuk Kompos Cacing Buatan Warga Wonosalam Jombang

Mandor Jalan merupakan program berkelanjutan. Tak hanya fokus ke 100 hari kerja bupati dan wabup. ’’Program ini akan berkelanjutan, alhamdulillah menambah kekuatan Bina Marga terutama teman-teman UPT (Unit Pelaksana Teknis). Apalagi kami juga menambah peralatan dan perlengakapan, seperti baby roller,’’ terangnya.

Baca Juga:  Upaya Dongkrak Investasi di Kabupaten Jombang, Dinas PUPR Adakan Penyusunan RDTR, Apa itu?

Mandor Jalan memiliki 10 tim atau ada tambahan 4 tim baru. Dari semula 6 tim. Masing-masing dua tim URC (unit reaksi cepat) dan empat tim menyebar di dua UPT Bina Marga di Kecamatan Ploso dan Mojoagung. ’’Rata-rata satu tim ada lima sampai tujuh orang. Mereka juga termasuk personel dari masing-masing UPT,’’ imbuhnya.

Tim Mandor Jalan disebar di eks karisedanan. Yakni wilayah Ngoro, Mojoagung, Jombang dan Ploso. ’’Teknisnya, ketika menemui jalan rusak  bisa melapor melalui aplikasi IDJO (Informasi Dalan Jombang) atau menghubungi call center 112 dan akan diteruskan ke tim Mandor Jalan,’’ kata Bayu.

SEMENTARA itu, tim Normalisasi Saluran Dinas PUPR Jombang sampai saat ini masih turun ke lapangan. Dalam 100 hari kerja Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid ditarget menyelesaikan 13 ruas saluran dengan panjang 26 kilometer. Saat ini 24 kilometer sudah tertangani.

’’Tim Normalisasi Saluran ini baru saja dibentuk, sebenarnya dulu sudah ada cuma sifatnya penanganan secara reguler,’’ kata Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi.

Baca Juga:  Komitmen Tekan Angka AIDS, TBC dan Malaria, Pemkab Jombang Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Tim ini terdiri dari 27 personel, dengan terbagi delapan regu. Menyesuaikan jumlah alat berat yang dimiliki Dinas PUPR Jombang. ’’Untuk mempercepat pengangkatan sedimentasi, penyempitan saluran. Outcome untuk memperlancar dan mencegah dampak genangan air, atau salah satu mitigasi bencana banjir,’’ imbuhnya.

Dari 13 saluran yang dinormalisasi menyebar hampir di semua kecamatan. Dua di antaranya berada di utara Brantas, yakni Afvoer Gottan dan Gubrik. ’’Sampai sekarang yang sudah tertangani sepanjang 24 kilometer, di antaranya masih berjalan di Kali Jombang Kulon di Tembeang dan Afvoer Plosorejo di Kesamben,’’ terangnya.

Bukan hanya menuntaskan hingga 100 hari kerja bupati dan wabup, ke depan program itu tetap berjalan. ’’Program akan tetap dilanjutkan dan dijalankan. Karena dalam satu tahun ini minimal 38 kilometer bisa dinormalisasi. Mudah-mudahan bisa tercapai,’’ harapnya.

Beberapa di antaranya yang sudah direncanakan yakni melakukan normalisasi Afvoer Watudakon. Saat ini pemkab sudah melakukan koordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas. ’’Sudah dilakukan survei, sekarang menunggu situasi memungkinkan. Karena debit air masih tinggi, paling akan dilaksanakan Agustus,’’ kata Bayu. (fid/jif)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *