Pemerintahan

Nguri-uri Budaya, Desa Pakel, Kecamatan Bareng Jombang Gelar Lomba Panahan Tradisonal

×

Nguri-uri Budaya, Desa Pakel, Kecamatan Bareng Jombang Gelar Lomba Panahan Tradisonal

Sebarkan artikel ini
EVENT NASIONAL: Kepala Desa Pakel Sudarmaji berfoto bersama jajaran Forkopimcam Bareng, pengurus KORMI Jawa Timur dan PNJ Kabupaten Jombang beserta seluruh peserta saat pembukaan acara Gladhen Ageng Manggilingan, Minggu (29/6) pagi.

Desakita.co – Wilayah Desa Pakel, Kecamatan Bareng kental akan cerita sejarah. Konon Desa Pakel dulunya jadi tempat pelatihan memanah pasukan Kerajaan Majapahit yang diyakini terpusat di Dusun Jemparing.

Agar sejarah ini tak hilang ditelan waktu, Pemdes Pakel menggelar lomba panahan tradisional tingkat nasional.

Kepala Desa Pakel Sudarmaji mengatakan, berdasarkan cerita nenek moyang, konon di wilayah desanya dahulu digunakan prajurit dari Kerajaan Majapahit untuk berlatih memanah sembari mengatur stratergi berperang. ”Hal ini juga diperkuat dengan banyak ditemukannya arca peninggalan sejarah di wilayah desa kami,” terangnya.

Hal ini juga diperkuat dengan adanya Dusun Jemparing di desa tersebut.

Baca Juga:  Panen Melimpah, Kopi Robusta Jadi Andalan Petani di Desa Panglungan Wonosalam Jombang

Baca Juga: 6.756 BUMDesa di Jatim Siap Dukung MBG, Khofifah Sebut Kunci Ketahanan Pangan Ada di Desa

”Penamaan Jemparing diketahui berasal dari kata jemparingan yang merujuk pada kegiatan memanah tradisional Jawa dan biasanya dilakukan di lingkungan keraton,” imbunya.

Atas dasar riwayat sejarah itulah, Pemdes Pakel berkolaborasi dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Timur dan Perkumpulan Panahan Tradisional (PERPATRI) Nusantara Jaya (PNJ) Kabupaten Jombang menggelar event bertajuk Gladhen Ageng Manggilingan.

Event ini merupakan gelaran perlombaan panahan tradisional dengan diikuti oleh ratusan pemanah dari berbagai penjuru di Indonesia. ”Pesertanya dari berbagai kategori, mulai anak-anak, wanita, dan pria dari berbagai kalangan dan usia. Tiga pemanah terbaik dari setiap kategori akan kami berikan apresiasi berupa uang pembinaan, piagam serta piala penghargaan,” tambahnya.

Baca Juga:  Dukung Kesejahteraan Petani Tomat, Bupati Warsubi Borong Hasil Panen dan Bagikan Tomat Gratis ke Warga

Seluruh rangkaian acara dilaksanakan di Lapangan Sasono Jemparing Manggilingan, Desa Pakel, Minggu (29/6). Event ini merupakan salah satu dari rangkaian kalender kegiatan tradisi dan budaya yang dicanangkan Pemdes Pakel.

Baca Juga: PLN UP3 Mojokerto Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat, Berikan Sambungan Listrik Gratis untuk Warga Desa Ini di Jombang

”Kami selaku jajaran pemdes ingin terus memelihara tradisi dan sejarah tersebut bagi anak cucu kami sebagai generasi penerus agar terus lestari ke depannya,” ujarnya. Sepanjang tahun ini, Pemdes Pakel telah mengemas berbagai kegiatan nguri-uri adat istiadat budaya lokal dalam tajuk Annual Cultural Events 2025 Calendar of Traditional and Cultural Desa Pakel.

Baca Juga:  Kantor Desa Randuwatang Jombang Makin Representatif, Pemdes Realisasikan Pavingisasi Halaman Kantor

Dengan mengusung tagline Pakel Digdaya (Damai, Indah, Gemah Dan Berbudaya). ”Harapan kami, Kegiatan ini dapat menjadi perwujudan dalam pelestarian tradisi dan sejarah yang terus dapat terlaksana setiap tahun agar menjadi pengingat tradisi bagi masyarakat dan generasi penerus ke depannya,” pungkas Sudarmaji. (dwi/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *