Pemerintahan

Meriah! Desa Grogol, Kecamatan Diwek Gelar Pawai Budaya Awali Rangkaian Sedekah Desa

×

Meriah! Desa Grogol, Kecamatan Diwek Gelar Pawai Budaya Awali Rangkaian Sedekah Desa

Sebarkan artikel ini
MERIAH: Kepala Desa Grogol Khabibah memberangkatkan peserta pawai budaya batch 3 Desa Grogol, Sabtu (8/11) sore.

 

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Grogol, Kecamatan Diwek, mengawali rangkaian kegiatan sedekah desa dengan menggelar Pawai Budaya Batch 3 Desa Grogol, Sabtu (8/11) sore. Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung meriah, diikuti 14 grup perwakilan warga dari seluruh dusun di Desa Grogol.

Pawai dimulai dari Gedung Pertemuan Dusun Bongsorejo dan berakhir di depan Kantor Desa Grogol. Tahun ini, Pemdes Grogol mengusung tema “Wastra Nusantara” sebagai simbol identitas daerah dan kekayaan budaya Indonesia.

Baca Juga:  Ini Rahasia Desa Jatirejo Kecamatan Diwek Jombang Jadi Desa Tercepat Pelunasan PBB-P2 2024

Peserta pawai menampilkan berbagai kreasi kebudayaan dalam bentuk kostum khas daerah, hiasan kendaraan, serta pertunjukan seni seperti tarian dan teaterikal. Tidak hanya menampilkan budaya tradisional, beberapa grup juga memadukannya dengan sentuhan modern, sehingga menarik perhatian ribuan warga yang memadati rute pawai.

Baca Juga:  Logistik Pemilu 2024 di Jombang Mulai Didistribukan Besok! KPU Jombang Pastikan Semua Unsur Siap

Kepala Desa Grogol, Khabibah, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan dengan matang, termasuk perizinan dan koordinasi dengan berbagai pihak. ”Seluruh rangkaian kegiatan telah mendapat izin tertulis dari warga sekitar serta izin rekomendasi dari pihak berwajib, sebelumnya juga digelar musyawarah bersama untuk kesepakatannya,” terangnya.

Acara tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimcam Diwek, serta mendapat dukungan penuh dari personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengamanan. Kolaborasi antara aparat dan warga membuat kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Jalan di Desa Grogol Jombang Dikeluhkan, Mulai Muncul Banyak Lubang

Menurut Khabibah, keberhasilan penyelenggaraan pawai budaya menjadi bukti kuat sinergi antara pemdes dan masyarakat dalam melestarikan tradisi lokal sekaligus mengembangkan kreativitas warga. ”Selain melestarikan budaya nusantara dengan paduan sentuhan modern, acara semacam ini juga menjadi hiburan masyarakat serta mampu menggerakkan perekonomian rakyat,” tegasnya.(dwi/naz)

Respon (1)

  1. Sebenarnya banyak pula yg tidak setuju karena tidak sesuai dengan tema, acara sound horeg itu bukan budaya kita terlebih karena banyaknya yang mabuk2an, joged2an dengan pakaian yg kurang sopan bagi adat ketimuran dan dipertontonkan di muka umum yg notabene banyak anak2 kecil, termasuk ada kritik dari kyai dr dusun bogem banyak yg tidak sholat, sampah menumpuk di pinggir jalan, bahkan di masjid banyak putung rokok. Hal ini harusnya pemdes dan masyarakan harus evaluasi. Kegiatan mana yg banyak kebaikan dan madhorotnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *