DesaKita.co – Pemkab Mojokerto mulai melakukan monitoring kesiapsiagaan destinasi wisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh destinasi wisata berada dalam kondisi aman dan nyaman saat menjadi jujukan wisata di akhir tahun.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto menyampaikan, pihaknya telah memulai pengecekan sarana dan prasarana di sejumlah lokasi wisata.
Monitoring dilakukan untuk menginventarisasi persoalan di lapangan sekaligus memetakan potensi potensi kerawanan.
’’Sebagai persiapan libur Nataru, kami sudah turun melakukan pengecekan sarana dan prasarana di objek wisata,’’ ujarnya. Salah satu titik yang dipantau adalah Ubalan Waterpark di Kecamatan Pacet.
Di lokasi ini, Ardi meminta petugas lapangan meningkatkan mitigasi risiko, mengingat wilayah tersebut memasuki musim hujan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya insiden yang membahayakan pengunjung.
’’Kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di musim hujan juga kita lakukan. Kita ingin memastikan keamanan wisatawan saat liburan,’’ tegasnya.
Monitoring juga dilakukan di Wanawisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, termasuk kawasan Pemandian Air Panas Padusan yang dikelola disbudporapar.
Destinasi ini menjadi salah satu titik favorit wisatawan setiap musim liburan, sehingga aspek keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas.
’’Pemantauan ini bagian dari pemetaan sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan,’’ kata Ardi.
Dia menambahkan, seluruh destinasi di Kabupaten Mojokerto wajib menerapkan SOP (standar operasional prosedur) kesiapsiagaan.
Mulai dari penebalan personel pengamanan hingga kesiapan jalur evakuasi.
Untuk menguatkan koordinasi, disbudporapar akan menggelar rapat internal pekan depan bersama para pengelola wisata dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
’’Semua jalur evakuasi harus siap. Kami juga akan mengundang para stakeholder untuk koordinasi menyambut libur Nataru,’’ jelasnya.
Dua kecamatan yang menjadi fokus utama adalah Pacet dan Trawas.
Selain banyaknya destinasi wisata, kedua wilayah ini juga menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah dan selalu padat saat liburan.
’’Dari hasil pengecekan, sarana dan prasarananya sudah memenuhi syarat. Bahkan, nanti akan dijadikan uji petik oleh Polda Jatim terkait kesiapsiagaan,’’ sambung Ardi.
Pihaknya menegaskan, mitigasi, pemetaan risiko, dan inventarisasi kebutuhan di kawasan wisata merupakan langkah pemerintah untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan.
’’Semua kebutuhan harus disiapkan sebelum terjadi peningkatan pengunjung saat liburan,’’ pungkasnya. (ori/fen)












