KulinerPemerintahanPotensiWisata

Bikin Nyaman Wisatawan, Disbudporapar Poles Destinasi untuk Optimalisasi PAD Sektor Wisata

×

Bikin Nyaman Wisatawan, Disbudporapar Poles Destinasi untuk Optimalisasi PAD Sektor Wisata

Sebarkan artikel ini
PENATAAN: Disbudporapar Kabupaten Mojokerto renovasi foodcourt sebagai penataan pelaku UMKM di kawasan Ubalan Waterpark, Kecamatan Pacet.

DesaKita.co – Sejumlah kawasan wisata yang dikelola Disbudporapar Kabupaten Mojokerto dipoles sebagai optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Penambahan sarana dan prasarana ini bagian dari upaya pemda memberi kenyamanan wisatawan saat berlibur.

KEPALA Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan optimalisasi PAD sektor pariwisata terus digenjot untuk menumbuhkan kemampuan fiskal daerah.

Berbagai terobosan pun dilakukan untuk menarik wisatawan.

’’Selain momentum outing class yang kita kolaborasikan dengan dispendik, kami juga melakukan penataan di kawasan wisata agar semakin memiliki daya tarik,’’ ungkapnya, kemarin (8/4).

Baca Juga:  Salurkan Bantuan Hibah, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang Sukseskan Program Berdayakan Peternak Rakyat

Penataan pelaku UMKM di kawasan Ubalan Waterpark, misalnya.

Ardi menegaskan, belakangan sudah melakukan renovasi foodcourt.

Setidaknya ada sembilan stan yang nantinya bakal ditempati para pelaku ekonomi kreatif yang sebelumnya berada di sisi barat kolam dewasa.

’’Sembilan stan ini untuk relokasi pelaku ekraf yang tempat awalnya saat ini kita buat penginapan. Setidaknya membuat pengunjung lebih betah karena stannya lebih rapi dan tertata,’’ jelasnya.

Tak sekadar itu, sejumlah loket di sejumlah wisata sejarah juga dibangun. Meliputi, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, dan Candi Brahu.

Baca Juga:  Upaya Tarik Wisatawan, Disporapar Jombang Adakan Anjasmoro Fun Adventure Bike 2024

Termasuk, pembangunan toilet di camping ground yang ada di kawasan Air Terjun Dlundung Trawas.

Selanjutnya, tahun ini direncanakan bakal membangun jembatan di destinasi wisata Coban Canggu Pacet.

’’Renovasi di kawasan wisata kita lakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran. Yang terpenting bagaimana kita bisa membuat wisatawan semakin nyaman dan aman sebagai langkah optimalisasi PAD,’’ tegasnya.

Disbudporapa juga menyambut baik pelaksanaan outing class ke destinasi wisata alam, budaya, religi, hingga sejarah di Kabupaten Mojokerto.

Selain siswa mengenalkan lebih dalam budaya dan sejarah lokal, implementasi tersebut juga akan mampu mendongkrak ekonomi kreatif (ekraf) di kawasan wisata.

Baca Juga:  Palang Pintu Perlintasan KA di Desa Bandarkedungmulyo Jombang Belum Difungsikan Meski Rampung Dibangun, Begini Penjelasan Dishub Jombang

Ardi menegaskan, banyak dampak positif yang didapat atas kebijakan tersebut.

Hal itu selaras dengan visi misi kepala daerah kaitannya dengan memasukkan muatan lokal sejarah Majapahit dalam pembelajaran.

Di sisi lain, dipastikan akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisata.

’’Implementasi ini tentu akan memperkuat branding destinasi wisata daerah. Lebih luas akan berdampak pada ekonomi kreatif di kawasan wisata,’’ tegasnya. (ori/fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *